Tahun Ini, Museum Keris Dibangun

Tahun Ini, Museum Keris Dibangun

302
Museum Keris

SOLO-Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menegaskan Pemkot Surakarta mendapatkan bantuan dari Kemendikbud untuk pembangunan museum keris. Pembangunan museum ini semata-mata demi melestarikan keris yang juga sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. “Kita akan membangun Museum Keris di atas tanah hak milik Pemkot,” terang Rudy, begitu panggilan akrabnya di sela-sela pelantikan pengurus Bawa Rasa Tosan Aji Surakarta (Bratasuro) periode 2012-2017 di Balai Tawang Arum, Balaikota, Sabtu (2/2).

Menurut Rudy, pembangunan museum keris tetap akan dilaksanakan tahun ini. Sementara untuk lokasi pembangunannya akan menggunakan lahan hak pakai (HP) Pemerintah Kota (Pemkot) 26 dan tidak berada di lahan yang saat ini masih dalam sengketa (HP 11). “Untuk museum keris tetap berjalan, saat ini berada di PPK dan PPKom dan lahannya kami memakai HP 26, bukan yang disengketakan,” terangnya.

Hak Pakai 26 yang dimaksud yakni mulai dari Mess Persis Solo sampai ke bagian depan. Sementara bangunan RSJ Mangunjayan tidak akan dirobohkan, karena masuk dalam benda cagar budaya (BCB). “Nanti bangunan yang ada kami robohkan, tetapi untuk bekas RSJ tidak, karena itu masuk ke dalam BCB,” lanjutnya.

Baca Juga :  Seribuan Guru SD dan SMP di Solo Jalani Tes Urine

Menurutnya, penggunaan lahan di HP 26 itu sudah cukup untuk pembuatan museum keris. Karena dana yang dikucurkan dari pemerintah pusat tidak sesuai dengan yang diajukan Pemkot, yakni hanya sebesar Rp 10 miliar. Dengan dipilihnya HP 26 ini, Rudy menilai M Jaril tidak memiliki alasan untuk melaporkannya kepada pihak berwajib. “Ya silakan saja dilaporkan, saya tidak menjarah. Karena memang itu dibangun di HP 26,” tuturnya.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Jaril yang seakan memandang tidak pentingnya pembangunan museum, Rudy pun tampak geram. Menurut pria berkumis tebal itu, pembangunan ini dirasa penting. Terlebih, senjata tradisional itu merupakan warisan budaya yang sudah diakui dunia. “Kalau Jaril bilang museum keris itu apa, saya katakan bahwa ini untuk melestarikan budaya. Dan keris ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga :  Keraton Solo Bentuk Bebadan Internal, Dijamin Tak Picu Konflik

Budayawan MT Arifin yang menghadiri pelantikan itu berharap agar organisasi Bratasura memberikan perhatian penuh agar keris tidak tersingkir. “Karena keris merupakan pusaka purba yang ditemukan sejak 250 M dan sejak abad 14 sudah menjadi benda seni terbaik,” ungkap penulis buku Nogososro dan Keris Jawa yang mengaku memiliki koleksi 500 keris kuno.

Mewarnai pelantikan dipamerkan sekitar 50-an keris dan pusaka seperti keris, rencong, pedang dan wedung koleksi anggota Bratasura dari seluruh eks-Karisedenan Surakarta. Ketua Bratasura terpilih Daliman mengatakan Bratasura didirikan tanggal 16 Oktober lalu, sebagai hasil dari musyawarah komunitas keris Surakarta. “Bratasura tercetus dari usulan para pecinta keris, kolektor, pedagang, pemerhati dan paguyuban keris yang peduli dengan warisan budaya yang sudah diakui UNESCO ini, agar bisa mengawal dan melestarikan warisan leluhur ini,” katanya kepada Joglosemar. Ahmad Yasin Abdullah | Ari Purnomo

BAGIKAN