Tak Valid, 203.519 Pemilih Pilgub Dicoret

Tak Valid, 203.519 Pemilih Pilgub Dicoret

287
DATA BERMASALAH-Achmad Charir, Divisi Pemutakhiran Data pemilih KPU Boyolali menunjukkan lembar DPS Pilgub Boyolali, Kamis (21/2). Sebanyak 200 ribu lebih data DP4 di Boyolali  bermasalah, terutama data ganda.
DATA BERMASALAH-Achmad Charir, Divisi Pemutakhiran Data pemilih KPU Boyolali menunjukkan lembar DPS Pilgub Boyolali, Kamis (21/2). Sebanyak 200 ribu lebih data DP4 di Boyolali bermasalah, terutama data ganda.

BOYOLALI –Sebanyak 203.510 daftar pemilih Pilgub Jateng di Boyolali dicoret KPU karena tidak valid. Pencoretan ini merupakan hasil Pencocokan dan Penelitian (Coklit) atas Data Potensial Penduduk Pemilih Pemilu (DP4) menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS). Dari 1.020.284 daftar DP4 setelah dilakukan pembersihan, didapat angka DPS Boyolali sebesar 816.765 pemilih.

Ahmad Charir, Divisi Pemutakhiran Data Pemilih KPU Boyolali membenarkan banyaknya penyusutan data DP4 menjadi DPS. Pencoretan tersebut sebagian besar dikarenakan data ganda maupun data pemilih yang sudah meninggal. “50 persen lebih data pemilih yang dicoret itu data ganda atau yang sudah meninggal, sisanya ada nama-nama yang tidak dikenal di lingkungan PPS maupun belum cukup umur,” ungkap Charir, Kamis (21/2).

Terkait banyaknya kesalahan daftar DP4, menurut Charir KPU hanya sebagai user saja. Sedangkan data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Namun dengan kerja keras Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), daftar DP4 dapat dibersihkan dari data-data pemilih yang tidak valid.

Saat ini, lanjut Charir, data DPS tersebut sudah diumumkan ke masyarakat untuk mendapatkan tanggapan sejak tanggal 9 Februari hingga 1 Maret mendatang. Pihaknya berharap masyarakat dapat proaktif memberikan tanggapan untuk validasi DPS tersebut. Termasuk jika ada penduduk yang mempunya hak pilih, namun ternyata datanya belum tercantum di DPS supaya segera dilaporkan.

Setelah pengumuman DPS ke masyarakat, menurut Charir akan dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub di tingkat PPS pada 1 April mendatang. Selanjutnya akan direkapitulasi di PPK tanggal 5-7 April, dan diplenokan di tingkat KPU pada tanggal 10-12 April. Diakui Charir, sempat ada kendala saat pemasukan data pemilih ke server. Kendala tersebut terkait ketentuan pengiriman data pemilih yang dibatasi hanya 2 Mb (megabyte) melalui aplikasi khusus komputer. Kendala terjadi mengingat metode input data ini masih versi baru, sehingga cara aplikasinya cukup variatif dan harus dimaklumi sebagian PPS masih canggung. Akibatnya data harus ditata dan dibenahi terlebih dahulu supaya bisa masuk ke server secara utuh tidak terpotong.

Ario Bhawono

 

 

BAGIKAN