JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Tempat Hiburan untuk Maksiat Ditindak Tegas

Tempat Hiburan untuk Maksiat Ditindak Tegas

541
KOORDINASI KEAMANAN-Kasat Intelkam Polresta Surakarta, Kompol Fahrudin (kanan) saat menyampaikan arahannya pada koordinasi dan keamanan dan pengarahan pemilik usaha hiburan, cafe,karaoke, pub dan club malam di rumah makan Lombok Abang, Banjarsari, Senin (4/2). Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO-Para pengelola tempat-tempat hiburan khususnya hiburan malam, diminta menaati aturan yang berlaku. Tempat-tempat hiburan dilarang dipakai untuk ajang maksiat seperti striptis, pesta narkoba dan lainnya.

Demikian pengarahan yang diberikan jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) dan Disbudpar Pemkot Solo kepada sejumlah pengusaha dan manajer hotel serta tempat hiburan seperti café, karaoke, pub dan klub malam yang berlangsung di salah satu rumah makan, Senin (4/2).

Dalam pertemuan antara pengelola tempat hiburan dan jajaran Polresta serta Disbudpar tersebut juga ditekankan jam operasional tempat hiburan. “Tempat hiburan dilarang dipakai untuk ajang maksiat seperti striptis dan sejenisnya. Apalagi untuk pesta narkoba. Jika ada tempat hiburan yang masih nekat, kepolisian dan Pemkot akan menindak tegas,” ungkap Kasat Intelkam Polresta Solo, Kompol Fachrudin.

Fachrudin juga meminta agar para pengelola tempat hiburan menaati jam operasional yang telah ditentukan oleh Pemkot Solo. Pasalnya, disinyalir masih banyak tempat hiburan yang melanggar aturan jam operasional ini.

Dalam pertemuan tersebut, Fachrudin juga sempat mempertanyakan apakah tempat hiburan malam sudah mengantongi izin sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda). Izin penting sebagai legalitas operasional tempat hiburan.

Baik Polresta maupun Disbudpar mengakui bahwa banyaknya aksi sweeping atau razia yang dilakukan kelompok masyarakat tertentu juga dikarenakan banyak tempat hiburan yang melanggar ketentuan. Seperti dipakai ajang maksiat dan sejenisnya.

Sementara itu, guna mengantisipasi adanya gangguan terhadap amukan massa yang sering mendatangi tempat hiburan, Polresta mengharapkan pemilik tempat hiburan untuk memasang CCTV pada tempat usahanya.

“Dengan adanya CCTV untuk mengetahui rekaman kejadian dan sebagai alat untuk pemeriksaan dan identifikasi kejadian,” ujar Fachrudin.

Sedangkan Kepala Dispudpar, Widhi Srihanto menyatakan, pemilik tempat hiburan juga harus bisa memberikan pelayanan yang sopan dan santun kepada pengunjung. “Selain tidak melanggar aturan seperti pesta tidak senonoh atau tarian striptis, pengelola tempat hiburan juga harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung,” ujarnya.

Disbudpar siap melayani dan memberikan sosialisasi Perda terkait dengan tempat hiburan yang berada di Kota Solo. “Berikan keramahan terhadap pengunjung dan jangan menyediakan hal-hal yang mengundang massa untuk melakukan perusakan,” kata Widhi. Rudi Hartono

BAGIKAN