JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Tensi Klewer Memanas

Tensi Klewer Memanas

257
BAGIKAN

KPPK Tantang Ikappi

Pasar Klewer Solo
Pasar Klewer Solo

PASAR KLIWON- Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK) berang dengan pernyataan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Pusat soal klaim Pasar Klewer bisa bertahan 30 tahun lagi. Mereka menantang Ikappi terjun ke lapangan dan menemui KPPK.

“Ikappi itu organisasi luar, bisanya cuma ngompor-ngompori pedagang. Tanggung jawabnya tidak ada. Kalau berani, datang ke KPPK dan buktikan Ikappi tidak berpihak,” kata Humas KPPK, Sholahuddin, kepada wartawan, Selasa (12/2).

Sholahuddin menuding Ikappi tidak paham kondisi Pasar Klewer yang sebenarnya. Padahal faktanya, di dalam Pasar Klewer sudah kumuh dan over load. ”Ikappi itu bukan bagian dari pedagang Pasar Klewer dan masyarakat Solo,” ucapnya.

Klaim Ikappi, bahwa bangunan Pasar Klewer bisa bertahan sampai 30 tahun, menurut Sholahuddin, tidak ada bukti dan jaminan atas keselamatan pedagang. “Kalau terjadi apa-apa dengan pedagang, siapa yang mau bertanggung jawab. Apakah Ikappi menjamin keselamatan pedagang. Kasihan pedagang, mereka banyak yang resah atas pernyataan itu,” imbuh dia.

Menurutnya, Ikappi tidak berhak atas studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) Pasar Klewer. “Rencana FS sudah puluhan tahun lalu, jadi keliru kalau pedagang tahunya baru sekarang,” imbuh dia.

Pihaknya mendesak Pemkot Solo untuk bersikap tegas untuk meneruskan proses pemugaran pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah tersebut. Solahuddin juga mengkritisi dana perawatan dan pemeliharaan Pasar Klewer dari Pemkot sebesar Rp 500 juta. Dana ratusan juta tersebut, akan percuma jika hanya digunakan untuk memperbaiki atap bangunan.

”Lebih baik dana itu untuk menambah pembiayaan revitalisasi. Percuma kalau atapnya diperbaiki sementara bangunannya sangat rapuh,” katanya.

Menanggapi sikap KPPK, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikkapi Pusat, Hilda Thawila, ketika dihubungi Joglosemar, menyebut, ada pihak tertentu yang merasa terganggu karena kepentingan sesaat. ”Mintakan komentar komunitas pedagang yang sah saja, apakah pembelaan Ikappi bermanfaat bagi pedagang atau tidak,” responsnya.

Hilda menegaskan, selama ini Ikappi melindungi pedagang pasar dari kaum kapitalis yang berusaha menindas pedagang. Menurutnya, Ikappi membantu tanpa ada kepentingan dan tanpa imbalan.

”Kami tulus melakukan ini untuk mempertahankan pasar-pasar tradisional dari kehancuran sistematis dengan alasan modernisasi. Hampir semua daerah yang kami advokasi. Mulanya bupati dan walikota menyatakan Ikappi sebagai provokator, tapi setelah dicek di lapangan, pedagang merasa terayomi dengan adanya Ikappi,” ucapnya. Ronald Seger Prabowo