JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tersandung Ijazah Palsu, Satu Cakades Didiskualifikasi

Tersandung Ijazah Palsu, Satu Cakades Didiskualifikasi

450
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan menganulir satu calon kepala desa (Cakades) karena ijazahnya dinyatakan tidak sah oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sragen. Calon bernama Tri Hartono tersebut dicoret lantaran surat keterangan (SK) pengganti Kejar Paket A miliknya diketahui tidak sesuai dengan kenyataan.

Ketua Panitia Pilkades Toyogo, Suwarno mengatakan pencoretan itu dilakukan berdasarkan hasil keputusan rapat terakhir penentuan calon yang lolos di Balai Desa Toyogo akhir pekan kemarin. Dalam rapat yang dihadiri seluruh panitia desa dan unsur Muspika itu, panitia memutuskan tidak meloloskan Hartono menyusul surat dari Disdik tertanggal 2 Januari 2013 yang mencabut SK pengganti Kejar Paket A miliknya karena terbukti tidak benar.

“Kami mendasarkan pada surat dari Disdik yang menyatakan surat keterangan pengganti ijazah Kejar Paket A milik saudara Tri Hartono tidak sah. Keputusan itu sudah kami sampaikan ke semua calon lewat surat pemberitahuan,” ujarnya, Minggu (3/2).

Awalnya Hartono menolak menerima surat keputusan panitia. Baru sore harinya yang bersangkutan menerimanya meskipun dengan sedikit mencecar dengan pertanyaan seputar ketidaklolosannya. Suwarno juga menegaskan, keputusan itu diambil mengacu pada Perda No 06/2006 yang salah satunya mensyaratkan ijazah bagi calon yang akan maju. “Kami hanya berpedoman pada aturan. Karena dari pihak berwenang tidak mensahkan ijazahnya, kami juga tidak mau ambil risiko. Daripada nanti kena masalah,” tegasnya.

Dengan gugurnya satu calon, Pilkades Toyogo tanggal 13 Februari nanti akan diikuti tiga calon yakni Suwarno, Sudiyono, dan Nurlia Yusniar. Suwarno menambahkan, untuk menjaga kondusivitas pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Polsek, dan Koramil setempat untuk ikut membantu pengamanan sampai selesainya seluruh proses Pilkades.

Camat Sambungmacan, Jaka Sriyana mengatakan surat dari Disdik yang dijadikan pedoman panitia itu adalah surat tanggal 2 Januari yang ditujukan kepada yang bersangkutan perihal Revisi SK Pengganti Ijazah Paket A No 420/02/12/2013. Intinya, setelah diadakan penelitian lebih lanjut yang bersangkutan pengayoman satu LP Sragen tahun 1983/1984. Di LP Sragen, tahun 1983/1984 belum menyelenggarakan program belajar Kejar Paket A dengan tidak berlaku.

Terpisah, Kapolsek Sambungmacan, AKP Agus Taruna mewakili Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi membenarkan jika dalam rapat terakhir penentuan Cakades Toyogo, calon Hartono dianulir karena ijazahnya tidak memenuhi syarat. Menurutnya, sejauh ini situasi masih kondusif dan diharapkan demikian sampai selesainya tahapan Pilkades.

Wardoyo