Tersangka Pagar Sriwedari Bakal Lebih Dari Satu

Tersangka Pagar Sriwedari Bakal Lebih Dari Satu

252
korupsi
ilustrasi

SOLO—Kejari Surakarta memastikan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan pagar dan gapura Sriwedari lebih dari satu orang. Untuk saat ini Kejari masih menunggu laporan dari saksi ahli dari akademisi untuk mengungkap kasus itu.

“Siapa saja yang menjadi tersangka kita tunggu berkasnya komplit. Yang jelas tersangka lebih dari satu orang,” terang Kasie Intel Kejari Surakarta, Donny Yuliantoro didampingi Kasie Pidsus, Erfan Suprapto dan Kasie Pidum, Fany Widiastuti mewakili Kepala Kejari, Yuyu Ayomsari, Kamis (21/2).

Saat ditanya kapan berkas tersebut lengkap dan dikirim ke pengadilan, Donny hanya menjawab, berkas tersebut masih perlu dilengkapi dan menunggu hasil audit dari saksi ahli dari tim penyidik kejaksaan. “Jika proses audit lengkap, maka secepatnya kami limpahkan berkas ke pengadilan untuk diproses dalam persidangan,” ungkap Donny.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Dari informasi yang diperoleh Joglosemar, tindak korupsi tersebut dilakukan dengan mengurangi pembangunan fisik yang tidak sesuai dengan rencana. Untuk kerugiannya sendiri, kejaksaan belum bisa memastikan. “Kerugian negara saat ini belum bisa kita pastikan,” ungkap Donny.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan temuan di lapangan, pembangunan pagar depan diukur dari sebelah timur ke pintu gerbang masuk Sriwedari panjangnya 141,7 meter. Adapun pengukuran dari sebelah barat ke pintu gerbang masuk Sriwedari panjangnya 122,2 meter. Total pembangunan pagar dari timur hingga ke barat panjangnya kurang lebih 263,9 meter. Padahal berdasar perencanaan, pembangunan pagar secara keseluruhan sepanjang 302,9 meter. Sehingga terjadi selisih atau kelebihan pembayaran keuangan negara sepanjang 39,02 meter.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Kelebihan pembayaran anggaran yang berasal dari APBD juga terjadi pada pembiayaan tempat patung, topi tempat patung, dan patung di Sriwedari. Begitu pula kelebihan anggaran untuk membiayai ketinggian patung, di mana patung yang semula dirancang setinggi 2 meter, faktanya kurang dari 2 meter. Rudi Hartono

BAGIKAN