JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Tertimpa Longsor, Warga Songgobumi Nyaris Masuk Jurang

Tertimpa Longsor, Warga Songgobumi Nyaris Masuk Jurang

668
BAGIKAN
BERSIHKAN LONGSORAN-Warga Dukuh Songgobumi, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk tengah membersihkan material longsoran yang menimpa kandang sapi milik Widiyanto (43), warga setempat, Kamis (14/2). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Bencana tanah longsor di wilayah Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, nyaris memakan korban. Seorang pengendara, warga Dukuh Songgobumi, tertimpa longsoran tebing saat berkendara di jalan Mriyan-Songgobumi, Rabu (13/2) sore.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Joglosemar menyebutkan, saat itu korban Wahyudi (40) tengah perjalanan pulang bekerja. Sekitar pukul 17.00 WIB, saat korban melintasi satu-satunya jalan penghubung ke dukuhnya tiba-tiba saja terjadi longsoran cukup besar di depannya. Karena tak mampu menghindar, korban pun tertimpa longsoran dan terjatuh hingga pingsan. Beruntung, longsoran tak sampai mengubur Wahyudi. Namun motornya sempat terseret dan tertimbun di tepi jurang sedalam 100 meter lebih.

Keberuntungan menyertai Wahyudi, dia segera sadar dari pingsannya dan langsung menyelamatkan diri karena longsor terus terjadi dan semakin besar. Wahyudi pun selamat dan tidak terluka akibat musibah tersebut, meski sepeda motornya terpaksa ditinggal karena masih tertimbun longsoran.

Sementara itu longsor terus terjadi di banyak titik sepanjang jalan penghubung Dukuh Songgobumi. Menurut Kamto (45), warga setempat, longsor terjadi hingga Rabu malam. Selain memutus satu-satunya jalan ke Dukuh tersebut, longsor juga sempat menimpa kandang sapi milik Widiyanto (43) dan mengakibatkan atap kandang permanen tersebut rusak. “Untung kandangnya tidak sampai roboh, soalnya di dalam kandang ada sekitar 40 ekor anakan sapi siap jual,” jelas Widiyanto, Kamis (14/2).

Pagi harinya, warga pun bergotong-royong membersihkan tumpukan material di sejumlah titik supaya bisa dilalui, serta mengevakuasi sepeda motor milik Wahyudi. Akibat longsoran tersebut aktivitas warga ke pasar pun terhalang. Bahkan saat longsor terjadi, banyak warga yang terhalang pulang ke rumah sehingga terpaksa menginap di rumah saudara. “Anak saya yang sekolah di SMK Mojosongo juga tidak bisa pulang, terpaksa tidur di rumah neneknya di Mriyan, pagi tadi langsung ke sekolah lagi,” tutur Widiyanto.

Kamis (14/2) siang, seluruh material longsoran berhasil dibersihkan warga dengan alat seadanya. Meski demikian, jalan yang bekas terkena longsor masih cukup licin sehingga warga harus ekstra hati-hati, mengingat jalan tersebut berada di tengah tebing dengan jurang sedalam seratusan meter lebih. Ario Bhawono