JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Tidur Sendiri, Bocah 3 Tahun Diculik

Tidur Sendiri, Bocah 3 Tahun Diculik

312
BAGIKAN
BAYI DICULIK- Keluarga korban sedang menunjukkan foto Nilo Leksa Wijaya Mahadewi yang diculik empat orang misterius, Sabtu (15/2).

SUKOHARJO-Penculikan kini tak hanya terjadi di kota-kota besar. Kasus serupa terjadi di Sukoharjo. Bocah perempuan berusia 3 tahun 2 bulan, Nilo Leksa Wijaya Mahadewi, diculik oleh empat orang misterius. Dia diculik saat berada di rumah neneknya, Dukuh Bareng RT 3 RW III Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sabtu (16/2) pagi. Empat pelaku kabur berboncengan mengendarai sepeda motor menuju arah timur.

Informasi diperoleh menyebutkan, sekitar pukul 06.00 WIB, anak tersebut ditinggal neneknya di depan TV dan hanya memakai popok. Sang nenek, Elisabeth Sumarsiyati (65), saat itu sedang di kamar mandi. Sementara itu, gerbang rumah dan semua pintu dalam kondisi terbuka.

Anak pasangan I Made Oka Wijaya dan Dewi Ambar Sayekti diduga diculik oleh orang yang sudah mengetahui rumah dan kebiasaan di sana. Apalagi, saat itu bayi dalam kondisi tertidur.

Bibi korban, Pariyem (47), menuturkan Leksa hanya tinggal bertiga yakni bersama paman dan neneknya. “Pas kejadian, nenek Leksa berteriak kalau cucunya sudah tidak ada di atas kasur depan TV. Hal itu membuat keluarganya yang rumahnya berdekatan dan tetangganya kaget,” kata dia, Sabtu (16/2).

Lantaran tidak berada di depan TV, keluarga dan tetangga langsung mencari bocah tersebut ke semua sudut rumah. Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil.

Saat mencarinya di luar rumah, Ny Sardi yang berjualan nasi liwet di depan rumah korban mengatakan jika Leksa di bawa oleh empat orang. “Ny Sardi mengatakan jika Leksa dibawa empat orang. Salah seorang yang menggendongnya memiliki ciri-ciri kecil, tinggi dan botak,” ujar dia.

Usai menggendong Leksa, imbuh dia, pelaku mengendarai dua buah sepeda motor mengarah ke timur atau Kecamatan Baki atau perbatasan dengan Solo. Kontan saja, keluarga langsung mengejar ke arah timur. Keluarga menyusuri wilayah Baki, sampai ke perbatasan Solo, Stasiun Gawok, Gatak, Terminal Solo hingga ke Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Namun, pengejaran itu tidak berhasil dan Leksa belum bisa ditemukan.

Nenek korban, Sumarsiyati menceritakan, delapan bulan terakhir, Leksa dititipkan di rumahnya. Orangtuanya saat ini berada di Bali dan tengah mengurus perceraian keduanya. “Pelaku sepertinya hafal dengan rumah ini. Karena saat kejadian rumah dalam kondisi sepi dan langsung membawa Leksa pergi,” ujar dia.

Di tempat yang sama, pengasuh Leksa, Tutik Maesaroh, (29) mengaku sekitar jam 06.30 WIB, dirinya sampai ke rumah dan sudah ramai. Disinggung ciri-ciri pelaku yang mirip dengan ayah Leksa, dirinya belum bisa memastikan. Kendati demikian, Tutik menuturkan jika sudah beberapa kali ayah Leksa datang ke rumah dan ingin membawanya pergi. “Sudah tiga kali bapak ke sini untuk mengambil paksa Leksa. Terakhir pada Desember 2012 lalu. Tapi saat itu, keluarga tidak setuju dan gagal dibawa,” katanya lagi.

Saat ingin membawa paksa itu, lanjut Tutik, ayak Leksa selalu membawa teman. Bahkan, salah satunya adalah seorang polisi di Bali. Pascamengetahui penculikan itu, nenek korban ditemani keluarga melaporkan penculikan itu ke Polsek Gatak.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Gatak, AKP Agus Suharsoyo mengaku sudah menerima laporan penculikan dari nenek korban, Sumarsiyati. Pihaknya akan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Murniati