JOGLOSEMAR.CO Foto Tiket Jaladara Diecer Rp 50.000

Tiket Jaladara Diecer Rp 50.000

356
BAGIKAN
Sepur Kluthuk Jaladara
Sepur Kluthuk Jaladara

BANJARSARI-Kereta uap kuno Jaladara, mulai beroperasi di Kota Solo, Rabu (27/2). Untuk tiketnya, kini bisa dijual dengan sistem eceran atau ritel senilai Rp 50.000/orang.

Penjualan tiket dengan sistem eceran itu untuk mengakomodasi keinginan calon penumpang yang ingin naik moda transportasi wisata tersebut setiap hari Minggu. Kereta itu diuji coba untuk rute Stasiun Purwosari-Sangkrah Pergi-Pulang (PP), pukul 10.00 WIB.

Pejabat PT Kereta Api INDONESIA (KAI) Daop VI Yogyakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), agen tiket, ikut menikmati uji coba, kemarin.

Sri Winarto, Pejabat Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, mengatakan, Jaladara, telah menjalani berbagai jenis perawatan dan perbaikan di Yogyakarta. ”Kita telah memperbaiki desain interiornya. Karpetnya telah diganti dengan yang baru,” ujarnya.

Untuk kesiapan sarana dan prasarananya, sejumlah ranting pohon di pinggir jalur perlintasan telah dipangkas. PT KAI, juga membenahi jembatan perlintasan KA di sepanjang Stasiun Purwosari-Sukoharjo. “Karena kalau dioperasikan secara ritel dimungkinkan jalur perjalanannya bisa lebih panjang hingga ke Sukoharjo,” katanya.

Sesuai kontrak baru yang disepakati dengan Dishubkominfo, Jaladara bisa beroperasi delapan kali perjalanan selama sebulan dan seminggu dua kali melayani ritel. Pada tahun ini, kedua instansi tersebut, telah meneken nilai kontrak senilai Rp 721 juta. Nilai itu, untuk kerja sama operasional Jaladara selama 10 bulan ke depan hingga Desember. Jaladara berkapasitas 72 kursi.

”Beroperasinya Jaladara ini, secara resmi akan di-launching pada 9 Maret di Stasiun Purwosari yang dihadiri Direktur Utama (Dirut) VP heritage PT KAI dan Pemkot Solo,” tuturnya.

Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soeadradjat, mengatakan, dengan uji coba tersebut, kereta itu telah resmi beroperasi kembali untuk melayani keinginan calon penumpang menikmati moda transportasi wisata di area perkotaan.

”Khusus, pada Sabtu atau Minggu kita akan membuka layanan penjualan tiket ritel seharga Rp 50.000/ orang. Itu untuk mengakomodasi keinginan masyarakat, terutama turis domestik yang ingin naik tiap akhir pekan. Sementara, tiket grup atau rombongan masih sekitar Rp 3,2 juta,” imbuh dia.

”Sebelumnya, operasional Jaladara sempat terhenti selama enam bulan mulai September-Februari 2013, karena masa kontraknya habis. Sambil menunggu kontraknya diperpanjang, kereta tersebut menjalani proses perawatan,” paparnya.

Proses perawatan tersebut, di antaranya penggantian ketel uap, perbaikan mesin lokomotif dan pengecatan ulang di seluruh bodi lokomotif dan gerbong. Setelah beroperasi kembali, Jaladara sudah bisa melayani jadwal perjalanan reguler mulai hari Senin hingga Jumat. Fariz Fardianto