Tikus Dilatih Jadi Intel

Tikus Dilatih Jadi Intel

688

AGEN TIKUSIntelijen militer Rusia kini tengah menguji mata-mata baru, Agen Squek. Berbulu putih, agen ini bukanlah seorang manusia atau anjing, hewan yang biasa menjadi pelacak jejak. Agen baru ini merupakan binatang pengerat alias tikus.

Meski berukuran mini, tikus dipercaya berpotensi unggul dalam mendeteksi bahan peledak, amunisi, serta mengendus jejak manusia. Mirip seperti anjing. “Untuk operasi bawah tanah, tikus adalah agen yang sangat lihai,” kata pakar Rusia, seperti dilansir Tempo.co dari Mail Online, Rabu (20/2).

Bahkan, sumber di Moskow menyatakan, pihak militer Israel telah memakai tikus untuk mengadang kejahatan terorisme. Bila berhasil melewati serangkaian tes menuju lokasi rahasia, agen tikus ini bisa menjadi anggota dinas rahasia Rusia. “Mereka akan dijuluki honeytraps, bukan mousetraps,” kata surat kabar Izvestia.

Menurut spesialis teknis dan pusat keamanan EVRAAS di Moskow, Anton Venediktov, tikus dapat belajar mendeteksi bau zat tertentu. Bila mengendus bebauan itu, si tikus akan berlari ke dalam kandang. Kemudian membuat pose tertentu. “Tikus dapat dilatih memberikan sinyal soal bau senjata, bahan peledak, obat-obatan, serta tubuh manusia,” terang Venediktov.

Kenapa Rusia memilih tikus sebagai agen intelijen? Menurut Venediktov, binatang pengerat ini memiliki sistem saraf pusat yang cukup sederhana dibandingkan hewan lain. Artinya, tikus tidak begitu rentan akan perubahan hati atau stres emosional. Membuat perilaku mereka jauh lebih stabil.

“Mereka dapat bergaya seperti agen 007,” kata Venediktov. “Bahkan, agen tikus mampu melakukan 150 tugas, dalam sebulan, dengan waktu 6-8 jam dalam tiap shif-nya.”  Tri Hatmodjo

BAGIKAN