JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Tolak Gajah, TSTJ Tampung Merak Sitaan

Tolak Gajah, TSTJ Tampung Merak Sitaan

568
BAGIKAN
Burung Merak Sitaan dari Wonogiri Di TSTJ

JEBRES-Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) menampung sejumlah satwa sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah dari objek wisata Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Namun, TSTJ menolak gajah dan buaya sitaan, karena tidak mampu.

Beberapa satwa sitaan yang diterima TSTJ adalah tiga ekor merak, satu ekor rusa, dua ekor landak, satu ekor elang dan satu ekor kakaktua jambul kuning. Semua satwa itu, datang secara bertahap sejak Selasa (5/2) lalu.

”Selasa sore datang merak, landak, kakaktua dan elang. Sementara kemarin (Rabu, 6/2) tambah rusa,” ujar Koordinaror Lapangan Bagian Konservasi TSTJ, Wiyono kepada Joglosemar, Kamis (7/2).

Dalam dua bulan terakhir, ini kali ketiga, TSTJ menerima satwa titipan BKSDA. Sebagai kawasan konservasi, TSTJ memang menjadi tempat rujukan titipan satwa-satwa yang dilindungi itu. Wiyono mengatakan, semua satwa yang diterima kondisinya sehat.

”Asalnya dari Gajah Mungkur, Wonogiri, hasil sitaan beberapa hari yang lalu. Namun untuk waktu berapa lama di sini, kami juga belum tahu, karena itu wewenang BKSDA,” ucapnya.

Direktur TSTJ, Lilik Kristianto, mengatakan, TSTJ terpaksa menolak gajah dan buaya sitaan BKSDA. Alasannya, tidak mampu dengan kurangnya infrastruktur. “Gajah dan buaya sengaja kami tolak karena ketidakmampuan kami menyiapkan kandang. Untuk buaya sekarang dititipkan di Banjarnegara sedangkan Gajah di Magelang,” kata Lilik.

Lilik menambahkan, pihaknya saat ini masih mengalami kesulitan dalam hal kandang kakaktua jambul kuning. Menurutnya, kandang yang ditempati saat ini rawan rusak akibat cakaran kakaktua. ”Mungkin akan segera kita berikan tambahan pengaman lagi. Ke depan, burung merak juga akan kita jadikan satu dengan merak yang lain, namun tetap dalam pengawasan kami,” imbuh dia. Ronald Seger Prabowo