Tower XL Kuwungsari Bakal Dirobohkan

Tower XL Kuwungsari Bakal Dirobohkan

673

10 Tahun Tanpa Izin

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Pemkab Sragen mengisyaratkan tidak akan menerbitkan izin perpanjangan keberadaan menara tower milik provider seluler XL di Kampung Kuwungsari, Sragen Kulon jika pihak XL tetap tidak bisa melengkapi persyaratan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, tower itu bisa dibongkar paksa karena selama 10 tahun berdiri tanpa persetujuan warga.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Sragen, Tugiyono, Selasa (19/2). Pernyataan itu dilontarkan menyusul berakhirnya masa izin sewa lahan untuk menara itu yang diperkirakan akan habis pada Maret 2013.

Menurut Tugiyono, jika tetap ingin bertahan, maka pihak XL harus memenuhi dua syarat utama yakni Upaya Kelola Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). Selain itu, juga harus mendapat izin dan persetujuan dari warga di radius terdampak di sekitar tower.

Baca Juga :  Komplotan Maling Bobol 6 Gembok Kios di Pasar Plupuh. Yang Digasak Segini Banyaknya..

Dua persyaratan inilah yang sejak pendirian tahun 2002 hingga perpanjangan lima tahun sesudahnya, ternyata belum pernah dimiliki oleh XL. Sehingga secara aturan keberadaan tower itu memang menyalahi aturan. “Makanya nanti kalau dari pihak XL tidak bisa memenuhi persyaratan UKL-UPL dan izin lingkungan, ya kami tidak akan mengeluarkan izin perpanjangan. Lalu mereka akan kami beri waktu untuk membongkar sendiri, dan kalau sudah diperingatkan tidak dibongkar, maka Pemkab yang akan membongkarnya,” ujarnya, Selasa (19/2).

Namun sebelum tindakan itu ditempuh, BPTPM dalam waktu dekat ini akan memanggil pemilik lahan, Ny Titik, warga RT 3 RW XIX, Kuwungsari terlebih dahulu. Pemanggilan dimaksudkan untuk memastikan berakhirnya masa sewa lahan dan apakah pemilik mengizinkan lagi atau tidak. Kendati nanti pemilik lahan mengizinkan perpanjangan sewa, tower itu tidak akan bisa berdiri tanpa mendapat persetujuan warga.

Baca Juga :  Operasi Besar-besaran di LP Sragen, Empat Napi Positif Narkoba, Dua Kamar dan WC Ditemukan HP

“Jadi kunci utamanya pertama ada di pemilik lahan. Kedua ada di warga. Sementara dari beberapa kali pertemuan dengan warga dan XL, ternyata juga tidak ada titik temu. Tapi nanti tetap kami upayakan dulu,” urainya.

Salah satu tokoh Kuwungsari RT 5 RW XX, Prapto mengatakan selama 10 tahun berdiri, warga di sekitar tower memang memprotes keberadaan tower tersebut. Sebab, sejak awal pembangunan tahun 2001 hingga sekarang warga merasa tidak pernah dimintai atau memberi persetujuan. Sehingga, warga pun mendukung seandainya tower dibongkar. Wardoyo

BAGIKAN