JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Truk Galian C Tak Terkontrol, Jalur Manisrenggo Rurak Parah

Truk Galian C Tak Terkontrol, Jalur Manisrenggo Rurak Parah

472
BAGIKAN
MAKIN PARAH – Wargta melintas di jalan Manisrenggo-Sleman di Dukuh Kranggan Desa Kebonalas, Manisrenggo, Kamis (7/1). Rusaknya jalur tersebut akibat tak terkontrolnya truk galian C yang melintas dengan muatan berat. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Kerusakan jalan di sepanjang Kecamatan Manisrenggo Klaten semakin parah. Antrean ratusan truk pasir dengan muatan berlebih ini mengakibatkan jalan menjadi di beberapa ruas jalan.

Bahkan di beberapa titik muncul genangan sehingga memacetkan arus lalu lintas. Dari Pantauan Joglosemar, Kamis (7/2) di Dukuh Kranggan Desa Kebonalas atau di depan kantor Kecamatan Manisrenggo hampir sepanjang 100 meter saluran air irigasi jebol lantaran aspal di atasnya amblas. Hal tersebut mengakibatkan air yang mengalir di saluran tersebut keluar dan mengalir di jalan yang rusak. Tampak antrean kendaraan yang didominasi truk pasir di lokasi tersebut. Kemacetan kian parah, lantaran di depan pasar sedang ada petugas yang mencoba memperbaiki jalan dengan cara menambal menggunakan kerikil.

Kondisi ini ternyata berdampak pada laju perekonomian warga setempat. Salah satunya dirasakan Siswati (40) yang rumahnya berada tepat di pinggir jalan. Dia membuka usaha toko kelontong dan ternyata kemacetan arus ini membuatnya merugi. Sebab pembeli tidak bisa menuju ke tempatnya lantaran terhalang antrean kendaraan.

“Sudah berlangsung lama. Rata-rata yang lewat itu truk pasir. Mereka juga tidak mau mengalah dengan kendaraan lain. Selain itu laju kendaraan juga kencang. Akibatnya warga yang mau beli di tempat saya jadi terhalang oleh truk itu karena sulit menyeberang. Pendapatan saya jadi menurun,” kata dia.

Dia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan atau paling tidak jumlah truk yang lewat bisa dikurangi. Sebab hampir pemilik usaha yang berada tepat di pinggir jalan, mengalami penurunan pendapatan gara-gara hal ini. “Warga tidak mempermasalahkan truk yang lewat. Tapi jangan sampai memberi dampak rugi kepada kami. Kalau begini terus, bisa-bisa usaha saya tidak laku,” ujar wanita yang membuka toko kelontong di rumahnya itu.

Terpisah Camat Manisrenggo Wahyudi Martono mengungkapkan, pihaknya sudah sering melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tentang kerusakan jalan yang ada di wilayah kerjanya tersebut. Menurutnya, penyebab dari kerusakan jalan adalah truk pasir. Sebab mereka rata-rata membawa beban yang melebihi tonase. Jadi tidak heran kalau jangan menjadi cepat rusak.

“Ini sudah berpengaruh ke perekonomian warga saya di Manisrenggo. Apalagi Manisrenggo daerahnya berbatasan dengan Kabupaten Sleman Yogyakarta dan hampir setiap hari ramai. Baik pelajar maupun pedagang. Kalau tidak segera diperbaiki, saya yakin dana yang dibutuhkan bisa naik dua kali lipat. Sebab kerusakannya telah tambah parah,” jelasnya. Angga Purnama