Ujian Nasional SD Dihapus

Ujian Nasional SD Dihapus

279

 “Kemungkinan besar UN SD akan ditiadakan. Yang jelas bukan tahun ini soalnya tahun ini kan mau ujian. (Mohammad Nuh | Mendikbud)

AJARKAN PROFESI PR-Manager Publik Relation The Sunan Hotel solo Retno Wulandari saat memberikan pengetahuan profesi PR kepada sejumlah siswa di SDN Dukuhan, Kerten, Solo, Rabu (20/2). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
ilustrasi

JAKARTA – Akan diberlakukannya kurikulum tahun 2013 dalam dunia pendidikan di Indonesia ternyata berdampak pada keberlangsungan Ujian Nasional (UN). Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, kemungkinan UN akan dihapuskan.

Mohammad Nuh mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu proses evaluasi yang menentukan apakah UN akan dihapus atau hanya akan diubah posisinya. “Kurikulum baru sudah jelas kami sampaikan, proses evaluasi atau tahap penilaian juga berubah. Oleh karena itu keberadaan UN harus di review (ditinjau red) kembali. Apakah hasilnya nanti dihapus atau posisinya dirubah,” kata Mohammad Nuh usai sosialisasi kurikulum 2013 dan meresmikan Gedung Pascasarjana serta peletakan batu pertama pembangunan Balairung Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Sabtu (23/2).

Meski belum mengetahui hasil evaluasi tersebut, namun kemungkinan besar untuk UN tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dihapuskan. Penghapusan UN SD, lanjut Mohammad Nuh tidak akan dilakukan tahun ini karena pelaksanaan UN yang tidak lama lagi yaitu pada bulan Mei 2013. “Kemungkinan besar UN SD akan ditiadakan. Yang jelas bukan tahun ini soalnya tahun ini kan mau ujian,” tandasnya.

Sementara itu untuk UN yang masih akan dilakukan tahun ini, dalam pengawasannya akan dilakukan sistim silang pengawas yaitu pengawas tidak dari sekolahnya sendiri. “UN pengawasannya yang penting silang. Silang antar sekolah,” tegas Mohammad Nuh.

Selain itu, dalam kurikulum 2013 akan ada beberapa perubahan di kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), contohnya pembelajaran agama dan budi pekerti yang akan ditambah jam belajarnya. “Pelajaran agama yang sebelumnya hanya dua jam, nanti akan menjadi empat jam. Karena, penanaman budi pekerti, tata krama penting dan harus diajarkan agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik,” kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Kurikulum baru sendiri rencananya akan mulai diterapkan pada bulan Juli tahun 2013 ini. Untuk mendukung pelaksanaan kurikulum baru itu, pada bulan Maret akan diadakan pelatihan bagi para guru.

Detik

BAGIKAN