Ungkap Mayat Bertato, Sebar Info ke 34 Polres

Ungkap Mayat Bertato, Sebar Info ke 34 Polres

232

Ditikam Setelah Meninggal, Baru Dibuang ke Sungai

Disimpulkan, luka bekas tusukan yang ada di dada korban terjadi setelah meninggal. Korban diperkirakan meninggal tiga hari yang lalu.

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Identitas mayat bertato dengan rambut gondrong yang ditemukan mengambang di aliran Bengawan Solo di daerah Bolo, Banaran, Sambungmacan, Selasa (1/2) masih gelap. Sementara, berdasarkan kesimpulan hasil pemeriksaan, kuat dugaan korban ditikam dan setelah meninggal kemudian dibuang ke sungai.

Berdasarkan hasil otopsi yang sempat diperlihatkan, diketahui organ dalam jasad korban masih utuh. Namun ada luka di dada menembus tulang rusuk hingga patah dan menembus jantung. Kantong jantung juga robek, namun tidak terdapat pendarahan.

Dari kondisi di atas, disimpulkan luka bekas tusukan yang ada di dada korban terjadi setelah meninggal. Korban diperkirakan meninggal tiga hari yang lalu. Namun, untuk memastikan penyebab kematiannya, hingga kini Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi mengaku masih menunggu surat resmi dari pihak RSUD Dr Moewardi Solo, selaku pihak yang melakukan otopsi. “Sampai saat ini kami masih menunggu surat resminya. Nanti hasilnya bagaimana akan kami sampaikan,” papar Kapolres, Rabu (20/2).

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Soal luka sobek di bagian dada sebelah kiri sedalam 6 cm yang diduga akibat tusukan benda tajam, Kapolres juga belum berani memastikan. Menurutnya, teka-teki itu baru bisa terjawab setelah ada rilis resmi soal hasil otopsi dari pihak RSUD Moewardi. “Benar ada luka terbuka di dada sebelah kiri. Kami akan dalami hasil pemeriksaan untuk mengungkap penyebab luka,” ujarnya.

Kapolres hanya menjelaskan lokasi mayat ditemukan tersangkut di rumpun bambu. Selain itu, kondisi sungai kotor sehingga dimungkinkan terdapat benda tajam, seperti bambu, kayu, dan lain-lain di sungai. Hingga kini pihaknya masih berkonsentrasi untuk melacak dan mengungkap identitas mayat yang diperkirakan berusia antara 35-40 tahun itu. Guna mempercepat pengungkapan, pihaknya akan bekerja sama dengan 34 Polres di wilayah Polda Jateng untuk menyebarkan informasi terkait temuan dan ciri-ciri korban.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

“Korban berusia sekitar 35 tahun, tinggi badan 170 sentimeter, ada bekas tato di lengan tangan kanan dan kiri sampai ke dada. Kelihatannya tatonya gambar naga, tapi sudah agak memudar karena kulit korban mulai mengelupas,” urainya.

Salah satu saksi yang menemukan mayat itu, warga Dukuh Ngelo, Jatimulyo, Mantingan, Ngawi, Alek (36), menjelaskan hari itu ia tengah memancing bersama adiknya sekitar pukul 06.30 WIB dari rumah dengan naik sampan. Saat itu Alek mengaku mendapat telepon dari temannya, Dayat yang meminta bantuan mencari mayat yang hanyut. Setelah setengah jam mencari, mereka melihat tangan menyembul dari balik air di sekitar rumpun bambu. Alek mengaku mengikuti bau tak sedap untuk menemukan mayat itu. Wardoyo

BAGIKAN