JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Wacana Investor Danai Klewer Ditentang

Wacana Investor Danai Klewer Ditentang

324
BAGIKAN
Pasar Klewer Solo

PASAR KLIWON-Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) menentang wacana pembiayaan revitalisasi Pasar Klewer yang melibatkan investor atau pihak ketiga. Mereka kembali mendesak Pemkot Solo menghentikan rencana revitalisasi Pasar Klewer.

Humas HPPK, Kusbani, menyayangkan pernyataan Sekda Solo, Budi Suharto, yang akan membuka pintu untuk pihak ketiga dalam pembiayaan revitalisasi pasar. Dia menyebut, rencana melibatkan investor dalam revitalisasi itu, terlalu jauh dari angan-angan. Pernyataan Sekda itu juga dianggap mempengaruhi kondisi perekonomian pasar tekstil terbesar se-Jawa Tengah itu.

”Jangan asal bicara, kasihan para pedagang. Saat ini saja masih banyak masalah, kok malah ada rencana menggandeng pihak ketiga,” katanya kepada Joglosemar, Jumat(8/2).

HPPK minta Pemkot dan pedagang duduk bersama merampungkan polemik feasibility study (FS) atau studi kelayakan dan detail engginer design (DED) revitalisasi pasar yang masih dipersoalkan pedagang. ”Kalau masalah ini belum selesai, kita dari HPPK minta, agar revitalisasi dibatalkan atau ditunda terlebih dahulu,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Joglosemar, Jumat(8/2), Sekda Budi Suharto, mengatakan, Pemkot membuka pintu untuk pihak ketiga dalam pembiayaan revitalisasi Pasar Klewer. Alasannya, biaya revitalisasi yang mencapai Rp 300 miliar tidak sanggup dibiayai Pemkot lewat APBD.

Sedangkan Walikota FX Hadi Rudyatmo, sebelumnya menyatakan akan menghentikan pencarian sumber pembiayaan revitalisasi Pasar Klewer, selama polemik pro dan kontra revitalisasi di kubu pedagang masih terjadi. Polemik itu, katanya, akan menyulitkan Pemkot dalam mencari sumber pembiayaan revitalisasi Pasar Klewer.

Kusbani menyebut, pernyataan Sekda yang membuka celah untuk pihak ketiga dalam pembiayaan revitalisasi Pasar Klewer, berunsur politis. ”Seharusnya tidak perlu diomongkan terlebih dahulu,” ucapnya.

Senin pekan depan, HPPK berencana mendatangi Kantor Dinas Pengelolaan Pasar (DPP). Selain menghadiri undangan dari DPP, HPPK juga akan minta klarifikasi kepada pemerintah terkait DED yang diklaim sudah rampung dengan kesimpulan pasar butuh direvitalisasi dengan dan Rp 300 miliar.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri, berujar, wacana  Sekda yang akan menggandeng pihak ketiga itu, sudah dilaporkan ke Komisi VI DPR RI. Dia berharap wacana itu dihentikan, karena sama artinya dengan melakukan pembohongan kepada pedagang.

Dia mencontohkan, dengan menggandeng pihak ketiga, nantinya harga kios di pasar usai revitalisasi bisa melambung jauh dari harga normal.  Ikappi minta Pemkot Solo memberikan penjelasan kepada para pedagang Pasar Klewer, mengenai mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga itu. ”Kita selalu memantau perkembangan Pasar Klewer, setiap ada masalah apa-apa kita langsung mengadu ke DPR,” paparnya.

Ronald Seger Prabowo