Wacana Pengadaan Laptop Resahkan Guru

Wacana Pengadaan Laptop Resahkan Guru

284
ilustrasi

KLATEN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Klaten mewacanakan pengadaan laptop bagi guru bersertifikat di Klaten. Namun wacana tersebut membuat kalangan guru bersetifikat gelisah lantaran dinilai memberatkan guru.

Kepala UPTD Pendidikan Dispendik Klaten Tengah, M. Isnaini mengatakan pengadaan laptop tersebut guna meningkatkan kompetensi guru. Menurutnya, keberadaan perangkat keras tersebut akan menunjang pembelajaran bagi peserta didik karena dilengkapi dengan softwere khusus pembelajaran. Menurutnya, Dispendik Klaten mendapatkan penawaran dari sebuah perusahaan penyedia sarana komputer untuk pengadaan laptop sekaligus dengan programnya. Program tersebut disosialisasikan kepada 296 guru se-eks Kawedanan kota Klaten yang terbagi dalam dua tahap.

“Ada dua komputer jinjing dengan merek sama yang ditawarkan dengan nilai masing-masing Rp 6,2 juta dan Rp 6,8 juta. Namun guru tidak dapat membeli software tersebut secara terpisah, karena software dan laptop tersebut satu paket,” paparnya saat ditemui wartawan, Senin (4/2).

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Meskipun wacana tersebut dikeluarkan oleh pihak Dispendik Klaten, tetapi sifatnya hanya himbauan dan tidak memaksa. Ia mengatakan dalam laptop tersebut berisi paket animasi pembelajaran interaktif, paket buku elektronik, pembuatan RPP dan silabus, bank soal yang dilengkapi kunci jawabannya, administrasi pendaftaran, penilaian siswa, lembar jawab (komputer), dan ditambah program lain. Untuk membeli laptop dan sofware tersebut, guru diminta untuk menyisihkan uang tunjangan sertifikasinya, bisa secara kredit maupun cash. Pasalnya, selama ini tunjangan sertifikasi guru yang diberikan cenderung untuk kegiatan konsumtif, bukan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru. “Laptop dan software tersebut merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan mutu SDM. Selain itu, sesuai dengan peraturannya, setiap guru perlu memanfaatkan sarana dan prasarana itu (tunjangan sertifikasi) untuk kegiatan belajar mengajar dan kompetensi guru,” tambahnya.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Salah seorang guru sertifikasi yang enggan disebutkan namanya mengutarakan bahwa wacana tersebut justru memberatkan guru. Pasalnya banyak guru yang sudah memiliki perangkat serupa meski belum terdapat softwere seperti yang dimaksud Dinas. “Bukankah lebih baik meng-install program yang dimaksud. Selain bisa lebih menghemat pengeluaran, laptop lama milik guru tidak sia-sia. Jadi kalau diharuskan membeli baru kami keberatan,” paparnya.

Sementara itu, founder Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Klaten, Suwondo mengatakan software tersebut bisa didapatkan secara gratis, tanpa harus membeli. Menurutnya, semua software yang ditawarkan tersebut bisa dibuat dengan sistem operasi Linux (Open Source).  Selain tanpa harus membeli atau gratis, software tersebut dapat digunakan pada komputer yang memiliki spesifikasi rendah. Angga Purnama

BAGIKAN