JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Wakil Ketua DPRD Jateng Divonis 3 Tahun

    Wakil Ketua DPRD Jateng Divonis 3 Tahun

    331
    BAGIKAN

     Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya langsung menyatakan banding.

    Riza Kurniawan (Antarafoto)

    SEMARANG–Wakil Ketua nonaktif DPRD Jawa Tengah Riza Kurniawan, terdakwa kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Keagamaan APBD Jateng 2008 divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (8/2).

    Majelis hakim yang diketuai Ifa Sudewi dengan hakim anggota Dolman Sinaga dan Kalimatul Jumro juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 100 juta subsider enam bulan penjara dan uang pengganti sebesar Rp 127 juta subsider satu tahun penjara.

    “Jika dalam waktu satu bulan setelah putusan majelis hakim berkekuatan hukum tetap terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti maka harta bendanya akan disita dan dilelang,” kata Ifa saat membacakan putusan.

    Menurut majelis hakim, terdakwa Riza Kurniawan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan pidana korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum. “Terdakwa terbukti melanggar dakwaan subsider yakni Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.

    Hal-hal yang memberatkan terdakwa antara lain, perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya tersebut, sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa telah mengembalikan uang yang diterimanya sebesar Rp 1,025 miliar.

    Setelah mendengarkan putusan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Mungkid dan terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya langsung menyatakan banding.

    Ditemui usai persidangan, terdakwa Riza Kurniawan mengatakan tidak ada saksi dan bukti yang mendukung dakwaan. “Insya Allah akan ada keadilan,” ujarnya.

    Terdakwa Riza yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional itu ditetapkan sebagai tersangka kasus Bansos Keagamaan pada April 2012. Riza Kurniawan sudah cukup bukti sebagai otak penyelewengan Bansos provinsi yang disalurkan di Kabupaten Magelang 2008 untuk pembangunan 18 masjid dan musala sebesar Rp 1,19 miliar.

    Dari puluhan titik penerima bantuan masing-masing sebesar Rp 100 juta, Riza disangka melakukan penyunatan anggaran hingga 70 persen.

    Antara