Warga Ancam Segel Tower Kadaluwarsa

Warga Ancam Segel Tower Kadaluwarsa

567
KADALUWARSA – Warga beraktifitas di dekat tower BTS yang habis masa ijinnya di Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Jumat (8/2). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Warga Desa Kujon Kecamatan Ceper mengancam akan menyegel Tower Base Transceiver Station (BTS) yang berada di Dukuh Kujon Desa Kujon, karena masa perizinan operasional tower tersebut telah habis. Kepala Desa (Kades) Kujon, Edy Purwanto mengatakan wacana penyegelan tersebut muncul setelah warga mengetahui belum adanya perpanjangan izin operasional dan izin gangguan milik PT Indosat tersebut yang jatuh pada 4 Februari 2013.

Namun pihaknya meminta agar warga tidak main hakim sendiri terkait masalah perizinan tersebut. “Untuk saat ini kami akan laporkan masalah ini kepada pihak Pemerintah Kecamatan untuk diteruskan kepada pihak Kantor Pelayanan Terpadu (KPT),” paparnya kepada Joglosemar, Jumat (8/2). Staf Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Ceper menyebutkan di wilayah Ceper terdapat tiga tower BTS yang sudah kadaluwarsa izinnya. Dua tower terletak di Desa Ceper adalah milik PT Linggarjati Al Mansurin yang masa izinnya habis pada 3 Oktober 2012 lalu dan tower milik PT HCPT yang masa izinnya berakhir pada 19 November 2012 lalu. “Dan satu lagi milik Indosat yang masa izinnya baru saja habis. Kami telah menghubungi perusahaan pemilik tower untuk segera memperpanjang izin, menyusul adanya surat peringatan dari Satpol PP Klaten,” paparnya.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Kepala Satpol PP Klaten, Bambang Giyanto mengatakan pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada perusahaan pemilik tower BTS yang masa izinnya telah habis untuk segera memperbaharui izin. Menurutnya, peringatan akan dikeluarkan hingga tiga kali. Namun apabila yang bersangkutan masih melanggarnya, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penyegelan. Menurutnya, bagi perusahaan pemilik tower BTS yang belum memperpanjang izin operasional dan izin gangguan tower BTS, melanggar ketentuan bab II pasal 2 perda nomor 23 tahun 2002 tentang izin gangguan “Surat pemberitahuan bahwa izin mereka sudah lewat sudah kami layangkan ke pemilik tower, dan apabila tidak ada tindak lanjut dari pemilik tower kami akan bertindak dengan melakukan penyegelan,” tegas Bambang. Angga Purnama

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten
BAGIKAN