JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Warga Blokir Jalan Tawangsari

Warga Blokir Jalan Tawangsari

439

Aksi itu sebagai buntut kekecewaan karena jalan provinsi sepanjang 35 kilometer tersebut dalam kondisi rusak parah

Joglosemar/ Murniati
JALAN DIBLOKIR- Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (MPLH) Sukoharjo melakukan aksi pemblokiran di Jalan Pattimura, Tawangsari, Kamis (14/2).

SUKOHARJO- Belasan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (MPLH) Sukoharjo memblokir Jalan Pattimura, Tawangsari, Kamis (14/2). Aksi itu sebagai buntut kekecewaan karena jalan provinsi sepanjang 35 kilometer tersebut dalam kondisi rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

Aksi pemblokiran itu digelar tepatnya di depan SMAN 1 Tawangsari hingga radius sekitar tiga kilometer itu mendapat pengawalan ketat dari Satlantas Polres Sukoharjo. Koordinator aksi, Joko Cahyono menyampaikan rusaknya 35 kilometer jalan provinsi itu menjadi tanggung jawab Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo.

“35 Kilometer jalan provinsi mulai dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo hingga Tawangsari kondisinya rusak parah. Jalan tersebut telah menelan korban kecelakaan. Oleh karena itu, kami minta Bibit bertanggung jawab atas masalah ini,” kata Joko dalam orasinya.

Pihaknya juga menuntut Gubernur memberikan ganti rugi kepada para korban kecelakaan dan para pelaku ekonomi di Sukoharjo atas kerugian yang ditanggung. “Tolong tepati janji Bali Ndeso Mbangun Deso yang disampaikan saat kampanye dulu. Apabila dalam tiga kali 24 jam tidak ada perbaikan pada jalan provinsi tersebut, masyarakat Sukoharjo akan menuntut melalui jalur hukum,” ujarnya.

Sementara Ketua MPLH,Wahyono Abdullah menambahkan sudah sewajarnya Pemprov memperbaiki asetnya. Berbeda kasus jika jalan yang rusak itu masuk kategori jalan kabupaten, Pemkab yang harus memperbaikinya.  Pihaknya pun menuntut agar jalan itu direhabilitasi total, bukannya dengan sistem tambal sulam. “Jangan tambal sulam saja. Kalau dengan cara seperti itu, nasibnya seperti ini. Kondisi seperti ini justru lebih membahayakan bagi pengguna jalan. Apalagi, daerah sini adalah jalur padat dan sering dilalui oleh siswa sekolah, pedagang, dan lainnya,”imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Camat Tawangsari, Rusdiyono menyatakan tak bisa berbuat banyak karena jalan tersebut milik provinsi. Pihaknya tak bisa mengajukan anggaran ke APBD atau APBDes untuk pemeliharaan jalan itu. Murniati

BAGIKAN