Warga Tolak Menara BTS

Warga Tolak Menara BTS

576
ilustrasi

WONOGIRI-Sejumlah warga di Lingkungan Banaran RT 3 RW II, Wonoboyo, Wonogiri menolak pendirian menara Base Transceiver Station (BTS) di wilayah itu. Namun, penolakan itu tidak bisa ditindaklanjuti karena yang bisa mengajukan penolakan hanya warga yang berada di radius sepanjang tinggi menara itu, yakni 42 meter.

Lurah Wonoboyo, Djoko Prasetyo mengatakan warga yang menolak tersebut berada di radius sekitar 100 meter. Penolakan itu lantaran mereka belum mendapat uang ganti rugi.

“Mereka juga takut menara menimbulkan risiko. Tapi tim dari Pemkab sudah kemari dan mengukur jarak ke rumah warga yang menolak. Sekitar 100 meter, padahal penolakan dan ganti rugi hanya untuk warga yang berada dalam radius sama dengan tinggi menara. Yang akan dibuat ini tingginya 42 meter,” jelasnya, Jumat (8/2).

Pertemuan dengan warga pun menurutnya telah dilakukan. Sekitar 20 warga yang berada di radius 42 meter pun hadir. Semua warga yang berada di radius 42 meter menyatakan setuju pendirian menara itu. Warga yang berada di radius 42 meter juga telah menerima ganti rugi sekitar Rp 3 juta per KK.

“Untuk warga yang protes dan menolak tadi akan kami kumpulkan juga untuk membahas ini. Besar kemungkinan penolakan itu bukan tertuju pada menara yang akan dibangun di RT 3 itu, tapi untuk satu menara yang juga akan dibangun di RT 1 RW II,” lanjut dia.

Kepala Kantor Perizinan dan Pelayanan Terpadu, Eko Subagyo mengatakan proses perizinan akan terus berlangsung karena warga yang menolak berada di luar radius yang diatur.

“Tahun ini masih ada lima titik yang juga akan kita cek untuk pembangunan menara. Sebagian berada di Kecamatan Wonogiri dan Ngadirojo,” terangnya. Eko Sudarsono

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR