Warga Winong Boyolali Keluhkan Serangan Lalat

Warga Winong Boyolali Keluhkan Serangan Lalat

390
ilustrasi

BOYOLALI – Selain keluhan polusi bau busuk kotoran peternakan ayam setempat, warga Desa Winong, Kecamatan Boyolali dan sekitarnya, kembali mengeluhkan serangan lalat yang merebak beberapa waktu terakhir. Diduga, lalat-lalat tersebut berasal dari limbah kotoran peternakan ayam serta tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada di Desa Winong.

Akibat banyaknya lalat, kehidupan warga pun terganggu termasuk warga yang memiliki warung makan. Suroso (41), warga Dukuh Tegalrejo, Desa Winong, mengatakan akibat banyaknya lalat saat ini warungnya sepi pembeli. “Sudah sebulan ini lalatnya banyak sekali, akibatnya kalau siang warung makan saya sepi,” tutur Suroso, Selasa (12/2). Banyaknya lalat membuat warga jijik . Meski sudah menggunakan obat pengusit lalat, tetap saja lalat-lalat tersebut tak berkurang. Tak hanya hinggap di makanan, lalat-lalat tersebut bahkan juga hinggap di alat masak maupun tembok rumah.

“Orang jalan saja juga dikerubuti lalat, kalau seperti ini siapa yang tidak jijik,” kata dia.
Menurut Suroso, dirinya tidak bisa menjelaskan secara pasti asal lalat-lalat tersebut. Namun diakuinya di sekitarnya memang banyak kandang ayam dan ada TPA. Menurut dia, lalat-lalat tersebut akan hilang dengan sendirinya. Biasanya, serangan lalat tersebut terjadi saat musim hujan seperti ini. Serangan lalat tersebut menurut dia paling lama satu bulan, selebihnya keberadaan lalat kembali normal.
Terpisah, Suwarno, petugas TPA Winong membantah lalat-lalat tersebut berasal dari tempatnya.

Hal ini lantaran pengelolaan sampah di TPA Winong sudah dibenahi. Sehingga selama penataan, keberadaan lalat-lalat tersebut sangat sedikit. “Kami tengah melakukan penataan sampah yang ada, memang lalat ada tetapi hanya sedikit,” ungkap dia. Penataan sampah di TPA Winong tersebut menurut dia tidak lepas dari adanya penilaian Adipura dalam waktu dekat. Selain itu, kondisi cuaca yang cenderung panas beberapa hari ini, menurut dia turut mengurangi banyak lalat yang ada.

Ario Bhawono

BAGIKAN