Waspadai Gigi Sensitif

Waspadai Gigi Sensitif

386
ilustrasi

Anda mungkin pernah merasakan gigi anda tiba-tiba terasa ngilu saat minum panas atau dingin, atau mungkin saat anda makan makanan yang manis. Itulah salah satu tanda gigi anda adalah gigi sensitif. Gigi sensitif adalah masalah umum yang sangat tidak menyenangkan. Gigi sensitif adalah kondisi di mana gigi bereaksi terhadap makanan atau minuman yang panas, dingin, manis atau asam.

Bila Anda memiliki gigi sensitif, meminum soda dingin atau memakan cokelat bisa menyebabkan nyeri hebat pada gigi Anda. Rasa sakit terasa tajam, seperti tersengat listrik dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik.

Tetapi sebenarnya, derita ngilu dan cekot-cekot ketika gigi sensitif kumat bisa dihindari dengan perawatan yang benar. Seringnya keluhan tersebut muncul karena banyak orang keliru memperlakukan gigi sensitif sama seperti gigi yang masih sehat.

Dokter Gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Surakarta, drg Tri Iswati mengatakan, gigi akan menjadi sensitif ketika lapisan terluarnya yakni email gigi mengalami penipisan. Akibatnya, lapisan dentin yang berhubungan langsung dengan serabut saraf akan bersinggungan dengan rangsang tajam dari makanan atau minuman yang rasa atau suhunya ekstrem. “Di dentin itu ada lubang-lubang kecil yang langsung berhubungan dengan syarat, kalau pelindungnya terbuka, maka makanan atau minuman akan langsung mengenai syaraf gigi,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam kondisi normal, dentin ditutupi oleh email atau gusi. Dentin memiliki pori-pori kecil disebut tubulus pada permukaannya yang mengarah ke dalam pulpa yang memiliki banyak saraf. Jika gigi aus atau gusi terkikis resesi gusi, dentin akan terangsang oleh makanan yang panas, dingin, manis, atau asam.  Rangsangan pada dentin akan diteruskan melalui tubulus ke saraf-saraf gigi, yang memicu rasa sakit. “Kemudian timbul reaksi berupa sakit pada gigi,” katanya.

Iswati menjelaskan, penipisan email disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk. Email mengalami demineralisasi ketika kontak dengan asam, misalnya minuman bersoda dengan atau tanpa gula, tomat dan jeruk. Makanan yang sangat manis juga mendorong aktivitas bakteri, yang kemudian menghasilkan asam dan memperburuk masalah. Tekanan mekanis seperti gigi-gigi gemeretuk saat tidur atau menyikat gigi dengan pasta gigi pemutih yang terlalu agresif juga dapat merusak email. “Biasanya kerusakan gigi ini juga akibat cara menyikat gigi yang tidak benar. Menyikat gigi dengan keras dan singkat juga bisa menyebabkan penipisan email,” katanya.

Dia menambahkan, pemakaian kawat gigi juga bisa menyebabkan gigi sensitif. Sebab saat pemakaian kawat gigi, gigi setiap saat selalu bergerak, sehingga akan ada celah untuk masuknya makanan bersuhu ekstrem yang menyebabkan gigi menjadi sensitif.

Keluhan gigi sensitif bisa dirasakan oleh siapa pun. Sejak usia anak-anak hingga usia lanjut. Tetapi pada umumnya, gigi sensitif dirasakan oleh mereka yang berusia lanjut. Sebab, seringkali email menjadi terkikis akibat sering disikat ataupun akibat makanan. “Semakin tua usia seseorang risiko terkena gigi sensitif semakin besar,” terang dia.

Pada umumnya, jika sakit pada gigi sensitif ini tidak begitu mengganggu, seseorang tidak menyadari bahwa ia mengalami gigi sensitif. Tetapi, jika lapisan email yang terbuka tidak segera ditangani maka email akan semakin terbuka. Sehingga, rasa sakit pada gigi sensitif akan semakin sering dirasakan. “Kalau dibiarkan semakin lama akan semakin sakit bahkan bisa menyebabkan peradangan,” jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya gigi sensitif lakukan kontrol gigi secara rutin enam bulan sekali. Dengan pemeriksaan rutin terjadinya penipisan email bisa segera di ketahui dan segera bisa ditangani. Sehingga penipisan email gigi bisa teratasi sebelum menjadi masalah.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan supaya gigi sensitif tidak semakin sensitif adalah dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Ganti pasta gigi Anda yang untuk mengendalikan plak dan memutihkan gigi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif. Pasta gigi khusus ini memiliki zat aktif seperti kalium nitrat, sitrat atau oksalat yang membantu menghambat sensasi dari permukaan gigi ke saraf, sehingga mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan gigi sensitif. “Sekarang pasta gigi khusus untuk gigi sensitif ini sudah banyak dijual di toko-toko,” jelasnya. Tri Sulistiyani

BAGIKAN