JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Waspadai Leukemia Pada Anak

Waspadai Leukemia Pada Anak

471
Anak-anak penderita leukimia

Sudah banyak nyawa melayang akibat mengidap leukemia atau kanker darah. Penyakit Leukemia memang terdengar sebagai penyakit yang mematikan. Terutama jika menyerang anak-anak. Namun, seberat apapun penyakitnya, jika Tuhan menghendaki untuk sembuh maka sembuhlah penyakit itu, tak terkecuali penyakit Leukemia ini. Dengan pengobatan yang sesuai, teratur dan disiplin, anak yang terkena kanker leukemia dapat disembuhkan.

Penyakit kanker darah (leukemia) adalah penyakit yang paling menakutkan bagi manusia. Karena, begitu ada vonis menderita leukemia permasalahan berat dan rumit akan dihadapi di antaranya risiko ancaman jiwa tinggi. Pengobatan leukemia yang sangat mahal dan efek samping pengobatan yang sangat menyiksa juga harus dihadapi penderita leukemia. Leukemia menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Pasalnya, ketika sudah ditangani secara medis biasanya kanker sudah memasuki stadium lanjut. Deteksi dini dan pencegahan sejak harus segera dilakukan untuk menghindari risiko yang semakin berat.

Department of Child Health Faculty of Medicine Sebelas Maret University Rumah Sakit Dr Moewardi Surakarta, Dr. Muhammad Riza, SpA, Mkes menjelaskan, leukemia atau lebih dikenal sebagai kanker pada darah.  Kanker darah ditandai dengan perbanyakan sel darah putih secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid.  Sel leukemia mempengaruhi proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita. Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih. Sel darah putih yang banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah sel darah putih yang banyak ini dapat mengganggu fungsi sel lainnya. “Jadi sel darah putih ini memakan sel lainnya, seperti sel darah merahnya,” katanya.

Dokter Riza mengatakan penyebab leukemia belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi frekuensi leukemia.  Beberapa gejala yang menandai seseorang menderita leukemia adalah anemia atau pucat.  Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah. “Anak-anak leukemia umumnya mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak napas,” katanya.

Sehingga semakin dini dan cepat seorang anak yang terkena kanker ditangani, semakin besar peluang untuk sembuh bagi anak tersebut. Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk mewaspadai gejala penyakit kanker pada anak sejak dini, khususnya leukemia.  Selain tampak pucat dan lemas, penderita leukemia biasanya juga mengalami demam berkepanjangan. Penderita leukemia juga akan mudah terkena infeksi, karena sel darah putihnya abnormal, sehingga kuman yang masuk tidak bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tubuh dari kuman tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan kena infeksi dan sering demam. “Demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius. Demam akan berlangsung beberapa hari dan sering terjadi,” terang dia.

Kelenjar getah bening yang bengkak juga merupakan salah satu gejala awal pada anak leukemia. Bengkak akibat kelenjar bisa terlihat di dada, pangkal paha leher dan ketiak. “Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel darah putih yang abnormal”. Pembengkakan kelenjar getah bening ini berbeda dengan bengkak kelenjar pada sakit yang lainnya. Pembengkakan kelenjar getah bening pada anak leukemia berlangsung selama beberapa hari berbeda dengan bengkak karena sakit flu.

Penderita Leukemia juga akan mengalami nyeri tulang, bukan karena luka atau memar. Nyeri tulang pada anak leukemia biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu karena sumsum tulangnya terakumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. Anak-anak leukemia juga akan gampang sekali berdarah dan memar yang merupakan tanda tingkat pembekuan darahnya rendah. “Rendahnya trombosit dalam tubuh dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pembekuan darah sehingga anak-anak leukemia gampang berdarah,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya, Leukemia ini bisa ditangani. Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Penanganan kuratif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia, komplikasi dan tindakan yang mendukung penyembuhan, termasuk perawatan psikologi. Perawatan suportif tersebut antara lain transfusi darah/ trombosit, pemberian antibiotik pada infeksi/ sepsis, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik dan pendekatan aspek psikososial. Permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi pada penanganan pasien leukemia adalah obat yang mahal, ketersediaan obat yang belum tentu langkap, dan adanya efek samping, serta perawatan yang lama. Tri Sulistiyani

BAGIKAN