JOGLOSEMAR.CO Foto Wawali Dipilih, Isu Suap Muncul

Wawali Dipilih, Isu Suap Muncul

210
Pooling Wawali
Pooling Wawali

SOLO-Wakil Walikota (Wawali) Solo dipilih DPRD, Rabu (27/2) hari ini. Isu suap untuk memilih Achmad Purnomo sebagai Wawali santer bermunculan, menjelang pemilihan.

Selain Achmad Purnomo, calon Wawali yang akan dipilih adalah Teguh Prakosa. Terpilihnya Purnomo secara aklamasi seperti yang diwacanakan, masih belum pasti. Karena sejumlah fraksi masih tutup mulut.

Purnomo dijagokan untuk menduduki kursi Wawali, karena ia calon rekomendasi DPP PDIP. Sedangkan Teguh, hanya calon tambahan dari DPC PDIP untuk sekadar memenuhi syarat DPRD saja.

Lantaran sebagai calon unggulkan itu, kemarin muncul isu suap atau politik uang yang menyasar Purnomo. Kasak-kusuk yang berhembus dan jadi perbincangan publik, adalah sejumlah fraksi yang melobi Purnomo disertai imbalan uang.

Tapi, Purnomo membantah keras. Dia menyebut, isu itu muncul hanya untuk memperkeruh suasana menjelang pemilihan Wawali.  Dia mengaku tak tahu ada isu itu. Bahkan, dia juga mengaku tak pernah memberi informasi apa pun ke partai yang mengusungnya soal isu itu.

”Itu (pemberian uang) tidak ada. Saya sama sekali tidak pernah memberikan uang serupiah pun kepada ketua fraksi,” kata Purnomo, kepada Joglosemar, via telepon, Selasa (26/2) malam.

”Itu, isu yang dibuat-buat untuk memperpanas suasana jelang pemilihan. Saya malah baru mendengar isu itu,” katanya lagi. Untuk mementahkan isu itu, Purnomo bahkan menyerahkan proses lobi politik kepada Fraksi PDIP. Dia pasrah dengan hasil pemilihan Wawali hari ini.

”Saya tidak ada persiapan apa-apa. Hanya pasrah saja. Tolong jangan buat isu tersebut menjadi runyam. Masyarakat Solo sudah lama menunggu, dan sejak dulu praktik suap semacam itu tidak pernah ada,” katanya. Calon Wawali lain, Teguh Prakosa, saat dikonfirmasi soal isu yang sama, mengaku sedang rapat semalam.”Ini masih rapat, nanti saja ya.”

Pengamat Hukum dan Politik UNS, Pujiyono, jika isu, bahwa sejumlah fraksi minta uang kepada salah satu calon benar-benar terjadi, dia menyebut hal itu sudah kategori suap.

”Kalau itu memang terjadi, berarti itu kasus suap. Meskipun itu bukan menggunakan uang negara, namun kasus semacam itu bisa dikatakan, jual beli posisi jabatan,” katanya.

Dia memaklumi, jika isu seperti itu memang santer terdengar di mana pun setiap ada pemilihan kepala daerah. Isu itu, katanya, jadi bagian dalam bola panas yang berada di kalangan Dewan saat ini.

”Ini kan ada dua nama yang direkomendasikan PDIP. Ini tugas PDIP untuk menetralkan bola panas itu. Namun saya kira baik Pak Rudy, Pak Purnomo maupun Pak Teguh akan bersikap cerdas menanggapi isu itu,” paparnya.

Selama ini, isu suap semacam itu  sulit untuk dibuktikan, apalagi sampai ke ranah hukum. Karena, ranah  politik dan wilayah hukum terkadang berseberangan dan sulit menemukan titik temunya. ”Kadang-kadang kasus semacam ini sulit terbukti, karena bukan uang negara yang digunakan. Bisa jadi ini menjadi praktek balas budi dan sejenisnya,” tuturnya.

Sementara itu, sikap politik untuk memilih Purnomo atau Teguh sebagai Wawali masih abu-abu. DPC Partai Gerindra Solo memilih abstain atau tak menggunakan hak pilihnya. ”Sikap kami  abstain, tidak memilih dua nama yang telah telah diajukan walikota. Kami sudah memerintahkan anggota DPRD Solo dari Partai Gerindra untuk tidak memilih,”kata Ketua  DPC Partai Gerindra Solo, Aris Nuryanto, kemarin.

Calon yang diajukan, katanya, tidak memenuhi kriteria yang diharapkan partainya. ”Artinya jika di situ tidak bagus maka kami tidak akan mendukung. Ini langkah politik yang dilakukan Partai Gerindra, mungkin belum ada dilakukan partai lain yang sudah mendukung,” ucapnya.

Berbeda, DPC Partai Demokrat, sudah memiliki satu nama dari dua calon yang sudah diajukan.”Kami akan memilik satu nama dan ini sudah sepakat. Kader pun harus patuh,” kata Sekretaris DPC PD Solo, Supriyanto.

Kemudian, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN), Umar Hasyim, menyatakan PAN juga tidak abstain. ”Untuk nama yang akan dipilih itu besok saja pas pemilihan. Yang jelas kami sudah punya satu nama yang akan dipilih,” imbuh dia.

PKS juga sudah punya pilihan.”Kami baru akan rapatkan pemilihan Wawali ini nanti malam (semalam) siapa yang akan dipilih. Karena ini merupakan hasil survei yang pernah kami lakukan ,”  tutur Wakil Ketua DPD PKS Solo,  Abdul Ghofar Ismail. Ketua DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto, memastikan pilihan itu diputuskan melalui tahapan yang dipastikan tanpa menyentuh soal uang kepada calon. Ia mencontohkan dari hasil survei, diakuinya sosok Purnomo memang unggul dengan 17 persen.  Hanya saja, saat ditanya apakah pilihan PKS sudah 100 persen jatuh ke Purnomo, hal itu baru akan dibuka hari ini. ”Kita malah tidak tahu-menahu sama sekali soal uang itu.”

Ketua Fraksi Nurani Indonesia Raya Abdullah AA menyatakan, partainya akan mendukung calon Wawali yang direkomendasikan DPP PDIP. ”Soal Wawali ini kan hak PDIP,” ujarnya.  Ketua Fraksi Golkar Sejahtera, Djaswadi, berujar fraksinya akan memilih yang terbaik dari dua calon itu.”Kemungkinan mengamankan calon yang rekomendasi.”

Adapun Walikota Hadi Rudyatmo, memastikan akan memantau proses pemilihan Wawali hari ini. ”Siap menerima apapun hasilnya. Pesan saya, Wawali terpilih tidak rebutan jabatan, pekerjaan apalagi duit,” ucapnya. ”Musyawarah atau voting terserah DPRD. Yang penting  tidak melenceng dari isi Tatib yang sudah disahkan DPRD sendiri.” Ronald Seger Prabowo | Wardoyo |Ari Welianto |Muhammad Ismail

BAGIKAN