JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Wawali Solo Dipilih 26 Februari

Wawali Solo Dipilih 26 Februari

291
Ketua DPRD kota Solo, YF Sukasno

SOLO-DPRD Solo, akan menggelar rapat paripurna pemilihan Wakil Walikota (Wawali) Solo, Selasa (26/2) mendatang. Sementara itu, Achmad Purnomo–calon Wawali rekomendasi DPP PDIP–, optimistis PDIP bisa mengamankannya sebagai Wawali.

Selain Achmad Purnomo, calon Wawali lainnya adalah, Teguh Prakosa. Bedanya, Teguh adalah calon Wawali tambahan yang dipilih DPC PDIP Solo, untuk memenuhi syarat, bahwa Wawali bisa DPRD jika ada dua orang.

Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, mengatakan, Selasa (12/2) nanti, Dewan akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) pemilihan Wawali. Tugasnya, membahas draf-draf mekanisme pemilihan Wawali yang sudah rampung dibuat Badan Legislatif (Banleg).

Pansus itu pula yang membahas tata tertib khusus (Tatibsus) pemilihan Wawali pada Paripurna, 26 Februari nanti. Dia berharap, pada 26 Februari mendatang, Wawali sudah dipilih. ”Jumat (8/2) Pukul 19.00 WIB akan diadakan paripurna pertama pengusulan Tatibsus ini. Kami maraton bahas ini,” ujarnya, Jumat (8/2).

Selanjutnya, kata Sukasno, Senin (11/2) rapat paripurna dengan agenda tanggapan dari  nonpengusul Tatibsus. Kemudian, Selasa (12/2), agendanya, mendengar jawaban pengusul dan dilanjutkan dengan pembentukan alat kelengkapan yaitu  Pansus. ”Pembahasan drafnya itu di Pansus dengan waktu cukup lama. Baru, 25 Februari hasil pembahasan itu dilaporkan dan minta persetujuan Tatibsus ini,” imbuh dia.

Dalam Tatibsus, sambung dia,  akan dicantumkan berbagai aturan terkait pemilihan Wawali. Seperti pengupayaan pemilihan Wawali melalui musyawarah mufakat. Namun jika tidak ada kesepakatan, maka akan diambil melalui voting.

Aturan sah tidaknya pemilihan Wawali, seperti dihadiri 3/4 anggota Dewan, dan keputusan harus disetujui 2/3 dari anggota legislatif yang hadir.  ”Sehari setelah itu, Tatibsus disetujui dalam paripurna maka, Selasa 26 Februari, rapat paripurna pemilihan Wawali digelar. Semoga saja tahapan itu berjalan sesuai rencana,” katanya.

Sukasno menambahkan, bulan depan, ditargetkan pelantikan Wawali Solo, setelah hasil pemilihan diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur Jawa Tengah. Pelantikan Wawali menunggu surat keputusan (SK), dengan anggaran nol rupiah.

Calon Wawali rekomendasi DPP PDIP, Achmad Purnomo, menyerahkan sepenuhnya proses lobi pemilihan Wawali kepada PDIP. Purnomo optimis, DPC PDIP akan memuluskan langkahnya sebagai AD II. Dia memilih tidak akan ikut melobi DPRD untuk memilihnya sebagai Wawali mendampingi Walikota FX Hadi Rudyatmo.

Nggak ada, nggak ada lobi. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai,” ujar Purnomo di sela jumpa pers Yayasan Amal Sehat, Jumat (8/2). ”Saya optimis. Saya nggak akan melakukan lobi,” katanya lagi.

Purnomo menganggap pemilihan Wawali hal yang biasa. “Ini tidak ada yang istimewa, biasa saja. Hanya saya meminta support dan doa teman-teman wartawan agar Solo selalu tenteram dan damai,” ucapnya.

Ditanya kesiapan dirinya untuk membeberkan jumlah kekayaannya kepada komisi pemberantasan korupsi (KPK), menjelang proses pemilihan Wawali, dia mengaku siap. “Saya siap, jika total kekayaan saya harus dilaporkan ke KPK dan dipublikasikan. Namun sampai sekarang saya belum melalui proses itu (membeberkan jumlah kekayaan). Itu bukan hanya untuk pemilihan Wawali ini, namun semua pejabat harus melaporkan harta kekayaannya,” ujarnya.

Tugas mengamankan dan memenangkan Purnomo sebagai Wawali Solo diamanatkan DPP PDIP dalam surat rekomendasi DPP PDIP disampaikan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, beberapa waktu lalu. Dalam surat rekomendasi itu, kader partai yang tidak mengindahkan rekomendasi DPP akan dikenai sanksi organisasi.

Ari Welianto | Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN