Werkudara Ilegal, Tunda Lima Bus China!

Werkudara Ilegal, Tunda Lima Bus China!

436
Bus Tingkat Werkudara
Bus Tingkat Werkudara

BALAIKOTA- Pemkot Solo minta tambahan lima armada bus tingkat dari investor China ditunda. Alasannya, penarikan tarif bus tingkat Werkudara yang ada saat ini saja ilegal, karena tak berpayung hukum.

Jika tambahan lima armada bus tingkat dari investor China itu tetap direalisasikan, Pemkot khawatir akan muncul masalah di kemudian hari. Sekda Pemkot Solo, Budi Suharto, mengatakan, sebelum tambahan lima bus tingkat itu diwujudkan, Pemkot semestinya punya payung hukum yang melegalkan operasional dan penarikan tarif untuk bus tingkat.

”Status penarikan tarif bus tingkat Werkudara saja masih ilegal, karena belum punya payung hukum. Apalagi, ingin menambah jumlah armada bus tingkat,” kata Budi, Selasa (26/2). Dia minta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), menunda rencana itu.

”Dishubkominfo harus lebih cermat dalam merencanakan program transportasinya. Jangan sampai lima armada bus China ini jadi persoalan di kemudian hari,”  katanya lagi.

Baca Juga :  Keraton Solo Bentuk Bebadan Internal, Dijamin Tak Picu Konflik

Selama ini penarikan tarif bus tingkat Werkudara mengacu pada Perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah. Padahal, dalam Perda itu belum mencantumkan secara khusus legalitas penarikan retribusi operasional bus tingkat Werkudara. ”Saat ini draf revisi Perda tersebut masih diproses di jajaran Pemkot,” ucapnya.

Sekda Budi,  kembali minta Dishubkominfo  mempertimbangkan pola kerjasama yang akan dijalankan dengan investor China dalam pengoperasian bus tingkat nanti. Dia usul, agar Pemkot tidak terlibat dalam teknis pengoperasian bus itu. ”Andai saja memang niatnya kerjasama, Pemkot tidak perlu ikut mengelola. Tetapi hanya bertindak sebagai regulator saja,” paparnya.

Adapun Kepala Dishubkominfo, Yosca Herman Sudrajad, berujar, pengelolaan lima armada bus tingkat yang ditawarkan investor China, nantinya dengan sistem bagi hasil. Bus-bus itu, akan jadi moda pariwisata. ”Pengelolaan bus China nanti bagi hasil dan bus akan digunakan sebagai armada pariwisata seperti Werkudara,” ujarnya.

Baca Juga :  Kedok Bandar Pil Koplo Asal Sragen Ini Terbongkar Gara-gara Kecelakaan di Jalan Raya Sukowati

Kata Yosca, ada perbedaan pengelolaan antara bus tingkat Werkudara saat ini dengan lima bus China nanti. Bus tingkat Werkudara, seluruh pemasukannya mengalir ke APBD. Tetapi untuk bus China dibagi sesuai perjanjian kesepahaman atau MoU yang akan dibuat nanti.

”Bisa saja bagi hasilnya 50:50 atau 40:60. Dan itu akan jadi fokus utama yang disepakati, jika dilakukan kerjasama,” imbuh dia.

Ia menambahkan, operasional lima bus China itu tidak akan membebani APBD. Ia merinci, bus China tersebut bermerek King Long dengan kapasitas 50 kursi. Badan bus berbentuk prototype. Yosca mengklaim, penambahan bus tingkat mendesak, karena banyaknya peminat.

”Akhir pekan atau hari libur, kami bisa menolak lebih dari tiga permintaan sewa bus tingkat Werkudara, karena dalam satu hari pengoperasian bus tersebut dibatasi maksimal tiga kali.” Muhammad Ismail

 

 

 

BAGIKAN