JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis 1000 Hari Gesang: Keluarga Ingin Gesang Menjadi Pahlawan Nasional

1000 Hari Gesang: Keluarga Ingin Gesang Menjadi Pahlawan Nasional

443
Joglosemar/Yuhan Perdana LEPAS MERPATI-Kedua adik Almarhum Gesang, Toyib (dua kiri) dan Kayati (tengah) melepaskan burung merpati saat memperingati 1000 hari meninggalnya Gesang dirumahnya Jl. Bedoyo V Kemlayan Rt01/Rw03 Surakarta, Senin (11/3) malam.
Joglosemar/Yuhan Perdana
LEPAS MERPATI-Kedua adik Almarhum Gesang, Toyib (dua kiri) dan Kayati (tengah) melepaskan burung merpati saat memperingati 1000 hari meninggalnya Gesang dirumahnya Jl. Bedoyo V Kemlayan Rt01/Rw03 Surakarta, Senin (11/3) malam.

SOLO– Keheningan malam terpecah kala lantunan lagu Bengawan Solo terdengar di Jl. Bedoyo V Kemlayan Rt01/III Solo. Meskipun hanya dengan menggunkan sebuah gitar saja, namun tak menyurutkan para tamu undangan untuk menyanyi bersama, yang di pandu oleh Agus Dhukun. Benar saja malam itu, Senin (11/3) tengah berlangsung peringatan 1000 hari meninggalnya sang Maestro keroncong almarhum Gesang Martohartono. Tampak sanak saudara dan tamu undangan menghadiri peringatan ini. Tak ketinggalan Wakil Walikota terpilih kota Solo, Achmad Purnomo juga turut hadir bersama tamu undangan lainya.

Seperti adat Jawa biasanya, peringgatan 1000 hari ini juga di adakan tahlilan dan juga pelepasan dua ekor burung merpati. Kedua burung merpati ini dilepas oleh adik kandung Almarhum Gesang, yakni Kayati dan Toyib. Menurut adat Jawa dengan pelepasan dua ekor merpati ini menandakan bahwa keluarga sudah ikhlas akan kepergian dari pencipta dan pelantun lagu Bengawan Solo ini. Tak hanya itu saja di tengah peringatan juga di bacakan tentang sekilas perjalanan hidup Gesang.

R. Wiyono Patmodiharjo wakil dari keluarga dan juga cucu Gesang mengatakan bahwa keluarga memang sudah ikhlas melepaskan Gesang. Akan tetapi semua hal baik yang ada pada Gesang akan selalu dikenang dan ditiru oleh keluarga besarnya. “Memang bagi keluarga sosok Mbah Gesang tak bisa terlepaskan, bagi kami Mbah Gesang seorang yang berbudi luhur dan suka menolong kepada sesama. Oleh sebab itu sosok Mbah Gesang akan selalu menjadi teladan bagi kelurga,” ujarnya.

Wiyono juga mengakui jika mantan Walikota Solo, Joko Widodo pernah mengusulkan Almarhum Gesang untuk di nobatkan sebagai Pahlawan Nasional dan dibuatkan Museum Gesang. “Kalau masalah itu keluarga sangat menginginkanya, terlebih lagi sosok Mbah Gesang di kenal di seluruh belahan dunia. Mungkin pemerintah terkait bisa membantu kami mewujudkan semua itu,” inginya.

Disinggung mengenai sebuah karangan bunga dari Gubernur terpilih Jakarta yang juga pernah menjabat sebagai Walikota Solo, Joko Widodo. Wiyono mengaku bahwa ini suatu penghormatan yang luar biasa bagi keluarga. Meskipun tidak secara langsung Joko Widodo hadir di tengah peringatan, namun bagi dirinya masih mengingat Gesang itu suatu hal yang menyenangkan.

Sementara itu salah seorang seniman keroncong kota Solo, Wartono mengangap bagi dirinya dan teman-teman seniman keroncong lain Gesang masih hidup. Lantaran semangat dan teladan Gesang akan selalu menjadi contoh bagi seniman lainya. “Meskipun sederhana, dalam peringatan ini kami juga menampilkan keroncong. Hal ini kami lakukan untuk mengenang dan meniru kesederhanaan Gesang, meskipun Gesang memiliki kesederhanaan namun karya-karyanya sangat luar biasa,” katanya.

Sementara itu Wakil Walikota Solo terpilih, Achmad Purnomo mengakui jika dirinya belum mengetahui rencana Almarhum Gesang diusulkan menjadi pahlawan nasional. Akan tetapi jika rencana itu benar adanya, dirinya siap mendukungnya. Terlebih lagi karya Gesang sudah mendunia. “Siapa yang tidak mengenal Gesang, siapa yang tidak mengenal keroncong, siapa yang tidak mengenal Bengawan Solo. Tentu jika rencana itu benar adanya saya siap mendukung dan membantu untuk mewujudkan semua itu, bagi saya Gesang adalah Maestro keroncong dunia” tandasnya.

Selain lagu Bengawan Solo, beberapa lagu milik Gesang lainya seperti Caping Gunung, Pandan Wangi dan lainya turut dinyanyikan dalam peringatan 1000 hari almarhum Gesang.

Raditya Erwiyanto

BAGIKAN