19 Warga Tertimbun Longsor

19 Warga Tertimbun Longsor

300
Longsor di Cililin Bandung. (ant)
Longsor di Cililin Bandung. (ant)

BANDUNG–Musibah longsor terjadi di Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Senin (25/3) pagi. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, longsor menimbun 19 orang warga sekitar.

Lokasi longsor terletak beberapa kilometer setelah pusat Kota Cililin.  Lahan yang longsor adalah bukit dengan kemiringan lebih dari 30 derajat di atas Kampung Nagrog. Material longsor dari bukit setinggi 100-an meter, melorot dan menimbun areal sepanjang hampir 500 meter.

Longsor di Kampung Nagrog ini terjadi di tiga titik. Titik pertama terjadi di daerah Pasirpogor yang menimpa dua rumah. Selang beberapa menit kemudian, bukit Pasir Cikareo pun longsor dan menimpa tiga rumah. Titik pertama dan kedua berjarak 150 meter. Peristiwa longsor terjadi pukul 05.00 WIB.

“Saat longsor pertama, terdengar warga menjerit, sehingga warga pada keluar rumah melihat lokasi longsor pertama. Nah kebetulan pemilik rumah yang tertimpa longsor di lokasi kedua juga ikut keluar, jadi pada saat longsor, tidak ada orang di rumah,” ujar Yaya Suherman (33), warga Kampung Nagrog.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Satu Panggung untuk Keragaman Bangsa

Sementara titik ketiga jauh dari kedua lokasi pertama, tepatnya di Dusun Tiga Kampung Nagrog Desa Mukapayung RT 4/RW VII atau biasa dikenal Bukit Dipatiukur. Longsor di lokasi ketiga terjadi pukul 05.30 WIB. Untuk data rumah dan korban yang tertimbun di lokasi ini masih simpang siur.

“Untuk data sementara, di sini ada sembilan bangunan yang tertimbun. Satu masjid dan delapan rumah,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD KBB Taufikurrahman, yang merupakan mantan kepala desa Mukapayung.

Proses pencarian korban longsor dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB akibat hujan yang terus mengguyur di lokasi kejadian. “Sekitar jam 16.30 WIB tadi, setelah berkoordinasi dengan semua pihak, maka kami putuskan untuk dihentikan sementara evakuasinya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat, Eman Sulaeman.

Penghentian evakuasi tersebut, kata Eman, juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan tim gabungan. Ia menuturkan, untuk proses pencarian sendiri dilakukan tim gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, Basarnas, Kepolisian, Kopasus, dan lain-lain.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

Menurut dia, proses pencarian korban yang masih tertimbun longsor akan dilanjutkan Selasa (26/3) pagi. Ia menambahkan, hingga Senin sore petugas dari tim gabungan telah berhasil menemukan delapan korban dalam keadaan meninggal dunia dan sisanya yakni sebanyak 11 orang belum diketemukan karena masih tertimbun longsor.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Udjawala Prana Sigit menambahkan proses tanggap darurat terkait musibah longsor Cililin akan dilakukan selama tujuh hari mendatang.

“Mulai hari ini, setelah kejadian kami langsung tetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari. Kalau dirasa masih kurang akan ditambah tujuh hari lagi,” kata Sigit.

Bupati Bandung Barat, Abubakar, menyebut bencana longsor Cililin merupakan bencana terbesar di Kabupaten Bandung Barat. “Ini bencana dengan jumlah korban jiwa terbanyak dalam lima tahun terakhir. Atas nama Pemda kami menyatakan prihatin dan bela sungkawa,” ujarnya, dikutip Tempo.co.  Antara | Detik | Tri Hatmodjo

BAGIKAN