JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali 190 Cakades Bersaing di 95 Desa

190 Cakades Bersaing di 95 Desa

484
BAGIKAN

BOYOLALI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II, Rabu (27/3) hari ini, diikuti sebanyak 190 Calon Kepala Desa (Cakades). Hampir sama dengan Pilkades serempak sebelumnya Cakades dari incumbent cukup tinggi, yakni mencapai 66 orang. Selain itu, calon tunggal yang melawan bumbung kosong juga cukup tinggi, mencapai 29 desa.

Agus Setyawan, anggota tim pengendali Pilkades yang juga Kasubag Tata Pemerintahan Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Boyolali mengungkapkan, pada Pilkades tahap II ini ada sebanyak 192 Cakades yang maju. Namun dua di antaranya gagal saat ujian tertulis, sehingga yang maju hanya 190 orang. “66 Cakades diantaranya merupakan incumbent dan yang calon tunggal sebanyak 29 desa,” jelas dia, Selasa (26/3).

Dijelaskannya, Pilkades serempak tahap II ini digelar di 95 desa di Boyolali. Di sejumlah desa lanjut dia, peminat Cakades cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya calon yang maju dalam Pilkades. Jumlah Cakades terbanyak yang maju yakni di Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu.

Selain itu, di beberapa desa jumlah Cakadesnya juga cukup banyak, yakni empat orang calon, di antaranya yakni di Desa Karanggeneng Kecamatan Boyolali Kota, Desa Tambak Kecamatan Mojosongo, Desa Wonodoyo dan Sukabumi Kecamatan Cepogo, Desa Keongan Kecamatan Nogosari, serta Desa/Kecamatan Kemusu.

Tingginya partisipasi calon dalam Pilkades membuat panitia harus lebih waspada terhadap terjadinya gesekan saat Pilkades digelar. Selain itu, sejumlah desa yang memiliki riwayat persoalan juga diwaspadai supaya tidak muncul gejolak sosial akibat Pilkades.

Terpisah, banyaknya bumbung kosong yang muncul dalam Pilkades serempak ini disayangkan oleh Turisty Hindriya, Wakil Ketua DPRD Boyolali. Pasalnya, melawan bumbung kosong berarti tidak banyak pilihan yang dihadapi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mereka inginkan.

Turistiy mengaku khawatir kemenangan bumbung kosong di dua desa saat Pilkades serempak tahap pertama kemarin, bakal terulang. “Tentunya calon yang kalah melawan bumbung kosong tidak etis untuk maju lagi,” ungkap dia.

Sementara itu persiapan pelaksanaan Pilkades serempak tahap II tidak jauh berbeda dengan tahap pertama. Persiapan termasuk untuk pengamanan maupun pengawasan di tingkat tim pemantau dan pengendali. Posko tim pengendali menurut Agus, tetap siaga di Pemkab untuk mengantisipasi persoalan yang muncul selama Pilkades. Ario Bhawono