JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional 250 Balon Meledak

250 Balon Meledak

297
BAGIKAN

29 Luka, Jokowi dan 4 Menteri Selamat

Ledakan Balon Gas. (ant)
Ledakan Balon Gas. (ant)

JAKARTA – Sekitar 250  balon yang hendak dilepas dalam peresmian penataan Pedagang Kaki Lima (PKL)  di Indosiar, Jakarta, Kamis (28/2) pukul 12.30 WIB meledak tiba-tiba.  Akibatnya, 29 korban mengalami luka bakar  dan dilarikan ke RS Royal Taruma,  Grogol, Jakarta Barat.

250 balon itu meledak saat hendak dilepas usai acara penataan PKL yang dihadiri oleh Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Kesehatan (Menkes)  Nafsiah Mboi dan Menkop/UKM Syarief Hasan serta Gubernur DKI Joko Widodo. Ledakan itu menyebabkan kepanikan. Api menjulur ke sebuah tenda. Sebelum meledak, balon diikat di tempat yang tidak teduh.

Suara letusan balon itu juga membuat para tamu undangan dan pengunjung terkejut, beberapa di antaranya bahkan jatuh pingsan. Ratusan pengunjung  panik melihat kumpulan bola api kecil yang menyulut apapun di sekitarnya.

“Korban ada 26 orang, sedang menjalani penanganan di UGD,” kata petugas sekuriti rumah sakit tersebut, Kamis (28/2).

Para korban mengalami luka bakar di rambut, wajah, tangan dan punggung. Saat kejadian, Jokowi duduk satu meja bersama Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi untuk menikmati santap siang. Sementara menteri lainnya berada di meja berbeda. Area santap siang para menteri itu persis di sebelah panggung utama, sementara posisi ratusan balon yang meledak berada tak lebih dari 10 meter dari posisi Jokowi dan lima menteri duduk.

Terkait kejadian itu, polisi telah memanggil dan memeriksa empat orang saksi, semuanya dari karyawan Indosiar. “Saat ini kita lagi diperiksa empat  orang karyawan Indosiar sebagai saksi ,” kata Kanit Reskrim Kebon Jeruk, AKP Herjon Silaban, Kamis (28/2).

Herjon mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab 250 balon dalam acara tersebut meledak. Sejauh ini belum diketahui adakah indikasi kelalaian. “Belum ada indikasi kelalaian dan kita masih melakukan olah TKP,” ungkap Herjon.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi News Indosiar, Nurjaman Mochtar menjelaskan, 250 balon yang sedianya digunakan sebagai tanda peresmian tak diduga meledak. Pihak Indosiar belum tahu apa penyebabnya.

“Intinya ini musibah, dan kita semua korban Indosiar bertanggung jawab dalam pengobatan. Baik itu karyawan maupun bukan karyawan,” jelas Nurjaman saat jumpa pers di RS Royal Taruma, Jakbar, Kamis (28/2).

Nurjaman menjelaskan, total korban ada 29 orang. Dari jumlah tersebut, ada 13 nama yang dirawat inap, sisanya rawat jalan. “Dari 13 orang yang dirawat inap, tukang balon dirawat dua  orang, tadi saya sudah ketemu keluarga dan sudah kita sampaikan akan obati sampai selesai dan beri operasional untuk mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Lisman Harijono, Manajer Medis RS Royal Taruma mengatakan, dari 13 orang yang dirawat inap, kondisinya tidak ada yang kritis. Semuanya mengalami luka bakar ringan. Sebagian pasien juga ada yang terluka di bagian wajahnya, sisanya di punggung dan tangan.

“Yang saat ini mengalami luka bakar antara derajat 1 dan derajat 2. Tapi yang untuk luasnya sih nggak sampai 20 persen,” kata Lisman. *** Detik | Okezone