JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri 33 Warga Wonogiri Idap HIV/AIDS

33 Warga Wonogiri Idap HIV/AIDS

346
BAGIKAN

stop_hiv_aids_ilstrsasiWONOGIRI-Sebanyak 33 warga Wonogiri menderita HIV/AIDS, salah satunya Balita yang masih berusia empat tahun. Sayang, perhatian Pemkab untuk mereka masih rendah. Hal itu terbukti dengan minimnya bantuan dari APBD untuk berobat secara rutin ke rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Widodo melalui Kabid Pencegahan Penyakit dan Pengendalian Lingkungan, Suprio Heriyanto mengatakan sejak pendataan tahun 2005, total ada 86 penderita HIV/AIDS. “Namun kini tinggal 33 yang hidup. Salah satunya Balita berusia empat tahun,” jelas Supriyo, Selasa (26/3).

Sementara bantuan dari APBD bagi penderita untuk rutin berobat masih minim, sehingga bantuan harus digilir. Bahkan sejak lima tahun ini bantuan hanya cukup untuk 20 orang dengan besar bantuan Rp 500.000 per orang.

“Kalau dulu, Rp 1,5 juta per orang. Tapi sejak lima tahun ini hanya Rp 500.000. Padahal BBM sudah naik otomatis biaya transportasi juga naik. Idealnya untuk saat ini Rp 2 juta per orang. Memang perhatian dari pihak Pemkab terkait penderita HIV/AIDS bisa dibilang masih rendah. Jadi ya terpaksa uang bantuan itu diberikan gantian,” lanjut dia.

Meski demikian, ia mengatakan penderita HIV/AIDS sudah mulai terbuka dengan bergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). April mendatang pihak dinas terkait dan KDS baru akan mengadakan rapat koordinasi untuk membahas segala hal terkait penderita HIV/AIDS dan kelompok KDS itu. “Sudah agak lama ada kelompok ini, tapi mereka baru siap tahun ini untuk ‘keluar’. Sementara yang ikut kelompok ini ada 12 orang,” jelasnya..

Menurutnya, kebanyakan penderita HIV/AIDS di Wonogiri tertular saat berada di perantauan. Dalam rentang usia penderita antara 25 hingga 45 tahun. Selain ibu rumah tangga, penderita juga mereka yang bekerja di rantau. “Kelompok KDS tadi nantinya juga akan mengajak penderita yang masih malu dan sembunyi untuk ikut rutin berobat. Mereka juga akan memotivasi penderita lain agar tetap semangat dan tidak merasa dikucilkan. Untuk pendanaan, KDS juga belum ada. Semua akan dibahas saat rapat nanti,” katanya.

Eko Sudarsono