JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 35 Mobil Dinas Dipakai Cagub

    35 Mobil Dinas Dipakai Cagub

    298
    BAGIKAN

    logo pilgub jatengSEMARANG—Serentetan pelanggaran dilakukan oleh kontestan Pilgub Jateng 2013. Setelah sebelumnya muncul laporan mengenai mobilisasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta dugaan politik uang yang dilakukan salah satu tim bakal pasangan calon seusai acara deklarasi pasangan, kini ditemukan kasus penyimpangan baru lainnya.

    Kali ini, lagi-lagi melibatkan aparatur pemerintah yang mestinya bersikap netral. Tak tanggung-tanggung sedikitnya ada 35 mobil dinas pemerintah yang ketahuan dipakai untuk acara deklarasi bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Hadi Prabowo-Don Murdono di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (17/3) lalu.

    Padahal sudah jelas penggunaan fasilitas kerja pemerintahan oleh calon kontestan Pilkada merupakan pelanggaran aturan. “Sedikitnya, ada 35 mobil dinas berpelat merah maupun pelat hitam palsu yang dikerahkan untuk mengangkut hadirin,” kata Ketua Panwaslu Kota Semarang, Sri Wahyu Ananingsih, Senin (18/3).

    Data kendaraan dan Nopol yang diduga asli tapi palsu itu, sudah dicatat tim Panwaslu kecamatan. Kini sedang dikaji pasal yang akan diterapkan terkait pelanggaran pemakaian fasilitas negara atau perlengkapan milik pemerintah yang dilarang dalam Pemilu.

    “Untuk pelat yang H kami yang tindak lanjut. Tapi saat ini belum bisa ditindak karena belum memenuhi unsur. Sementara itu untuk pelat yang berasal dari kota lain akan kami serahkan berupa laporan ke Bawaslu,” papar Sri.

    Selain kasus pelanggaran pemakaian fasilitas negara, pasangan Hadi-Don juga terjerat pelanggaran lain terkait dugaan politik uang. “Kalau laporan resmi belum ada. Akan tetapi kalau informasi mengenai hal tersebut sudah,” ungkap Ketua Bawaslu Jateng, Abhan Misbah.

    Informasi yang ia terima menyebutkan seusai peresmian bakal pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Hadi-Don ada pembagian amplop berisi uang kepada para tukang becak. “Kami masih melakukan kajian lebih lanjut terkait hal itu,” katanya.

    Abhan mengakui pihaknya terbentur dengan regulasi yang ada bahwa saat ini pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Jateng belum ditetapkan oleh KPU sebagai calon, tetapi masih merupakan bakal pasangan calon. “Penetapan pasangan Cagub dan Cawagub oleh KPU Jateng dijadwalkan 11 April,” jelasnya.

    Abhan menambahkan, Bawaslu Jateng terus mengawasi seluruh tahapan Pilgub Jateng termasuk dugaan pelanggaran politik uang. “Meskipun belum ada penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, seluruh hasil pengawasan akan menjadi catatan Bawaslu,” tandas Abhan Misbah.

    Geliat Pilgub Jateng sendiri memang kian kentara. Tim sukses (Timses) pemenangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pun mulai dibentuk. Salah satunya, tim sukses pemenangan pasangan Bibit Waluyo dan Sudijono Sastroatmodjo (Bissa).

    “Di Solo sudah dibentuk tim sukses pasangan Bissa, Sabtu (18/3) kemarin. Saat pembentukan dihadiri para petinggi partai pengusung Bissa, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar,” terang Ketua DPD PAN dan juga penasihat tim sukses Pasangan Bissa Solo, Umar Hasyim.

    Menurut Umar, nantinya akan ada dua tim yang bekerja, yakni tim gabungan dari partai pengusung dan tim internal partai. “Kalau dari internal partai sudah mulai bergerak turun ke masyarakat,” jelasnya.

    Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kendati secara resmi belum membentuk tim sukses pemenangan Ganjar Pranowo dan Heru Sujatmoko, namun mereka sudah mempunyai konsep  dan kerangka, dan kini tinggal menunggu instruksi dari Ketua DPC PDIP.

    “Solo sudah siap dibentuk tinggal nunggu ketua DPC mengundang struktur dan elemen partai untuk membentuk Timses. Kerangka dan konsesp sudah ada,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Rekrutmen DPC PDIP Kota Surakarta, YF Sukasno.

    Menurutnya, walaupun belum resmi terbentuk tapi kader partai di tingkat bawah sudah mulai bergerak. Mereka melakukan dengan sistem gotong royong dan sukarela dengan  membuat atribut partai, seperti baliho maupun spanduk.

    Bahkah seluruh struktur dan kader partai sudah satu kata, satu garis, memenangkan pasangan yang direkomendasikan DPP yaitu Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko. “Semangat kami gotong royong. Yang jelas kami sudah satu suara dengan mengamankan dan memenangkan rekomendasi,” paparnya. Ari Welianto | Detik | Antara