7 Motor Tertinggal di Tirtonadi Diserahkan Polisi

7 Motor Tertinggal di Tirtonadi Diserahkan Polisi

308

BANJARSARI-Tujuh sepeda motor, yang selama ini tertinggal di area parkir belakang Terminal Tirtonadi, akhirnya diserahkan ke kepolisian setempat, Rabu (13/3).

Penyerahan tujuh sepeda motor itu dilakukan, lantaran tata kelola lahan parkir terminal saat ini diserahkan ke pihak ketiga. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Tirtonadi, MV Djammila, mengatakan, setelah diserahkan ke pihak kepolisian, warga yang merasa memiliki sepeda motor itu, bisa mengambilnya langsung ke kantor polisi.

”Untuk pola pengambilannya, nanti biar diurus petugas kepolisian di Polsek Banjarsari. Karena ketujuh sepeda motor tersebut, telah diserahkan ke sana mulai Rabu (13/3). Sebab, setelah kami tunggu hingga Senin (11/3) kemarin, tak kunjung diambil oleh pemiliknya,” ujarnya.

Ketujuh motor yang dimaksud itu, antara lain Suzuki Skywafe 125 berpelat nomor BE 7697 UB, Yamaha Sigma  K 3126 YE, Yamaha Alfa AD 3170 TJ, Honda Kharisma AD 5193 FA, Suzuki Shogun 110 AD 4078 AT, Suzuki Shogun AD 4785 HP dan Jialing  AB 5596 T.

Ketujuh sepeda motor itu, sebelumnya terparkir di area parkir belakang terminal. Kata dia, keberadaan moda transportasi di lokasi itu sudah ada sejak setahun yang lalu. Dia memperkirakan, sepeda motor itu tertinggal di parkir terminal lantaran si pemilik lupa mengambilnya lagi. Kemungkinan lain, pemiliknya sudah meninggal dunia.

Karena keberadaannya mengganggu aktivitas terminal, pihaknya menyerahkan tujuh sepeda motor itu ke Polsek Banjarsari. Pertimbangan lainnya, adalah teknis perawatan kendaraan roda dua ini dinilai cukup susah dan merepotkan.

”Kalau rusak atau terbengkelai kan, kita yang susah. Maka, lebih baik biar diurus Polsek Banjarsari saja karena lahan parkir di tempat kita sekarang yang mengelola adalah pihak ketiga dan sudah lepas dari tanggung jawab kita,” papar Djammila.

Sementara, Kasubag Tata Usaha (TU) UPTD Terminal Tirtonadi, Eko Agus Susanto, menyebutkan, sebenarnya yang di terminal ada sembilan unit kendaraan. Namun, ternyata sejak sebulan lalu telah diambil pemiliknya. ”Jadi sekarang yang tersisa hanya tinggal tujuh unit saja,” kata Eko.

Ia menambahkan, dua sepeda motor yang diambil pemiliknya telah dikenai akumulasi biaya retribusi parkir senilai Rp 150.000. ”Kita masukkan ke biaya retribusi parkir dengan estimasi sehari dikenai ongkos parkir sekitar Rp 2.000,” tandas dia.

Fariz Fardianto

BAGIKAN