Alat Dipakai Putri Cempo, Pengerukan Kali Pepe Distop

Alat Dipakai Putri Cempo, Pengerukan Kali Pepe Distop

465
Sejumlah alat berat saat beroperasi mengeruk tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Rabu (13/3). Dalam waktu dekat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta akan mengerahkan satu buldozer lagi untuk mengoptimalkan aktivitas pengerukan. Joglosemar/Yuhan Perdana
Sejumlah alat berat saat beroperasi mengeruk tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, beberapa waktu lalu. Joglosemar/Yuhan Perdana

BANJARSARI-Pengerukan sedimentasi di Kali Pepe dihentikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Pasalnya, eskavator yang digunakan sedang dipinjam Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk mengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Kendati demikian, DPU masih membersihkan sedimentasi atau endapan dari badan jalan. Sebelumnya, sedimentasi Kali Pepe dikeruk dan dibuang sementara di badan jalan.

Kepala DPU Solo, Agus Djoko Witiarso, mengatakan,  eskavator pengeruk endapan di Kali Pepe sudah dipinjam DKP sejak Rabu (13/3) lalu. “Untuk sementara kegiatan pengerukan sedimentasi kita hentikan dulu,” katanya, kepada Joglosemar, Selasa (19/3).

Baca Juga :  Puluhan Mobil Hias dan 750 Peserta Bakal Tampil Semarakkan Pawai Pembangunan di Solo

Meski pengerukan endapan di Kali Pepe terhenti, DPU masih bekerja di kawasan Kali Pepe. Yakni membersihkan sisa endapan yang terbuang di badan jalan. ”Itu kita buang menggunakan dam truk dulu, jadi kegiatan tidak berhenti total,” terang Agus.

DPU hanya memiliki satu eskavator besar dan baru beberapa bulan ini diturunkan ke Kali Pepe. Sebenarnya selain Kali Pepe alat itu akan dipakai juga untuk mengeruk endapan di berbagai sungai di Solo, yang jadi tanggung jawab DPU. ”Jadi pengerukan nanti akan dilanjutkan kalau Eskavatornya sudah kembali,” susul Agus.

Baca Juga :  Pemkot Mutasi Puluhan PNS Pekan Depan, Ini Penjelasan Walikota

Kata Agus, sedimentasi di Kali Pepe sudah parah. Ia bahkan pesismistis, pengerukan endapan Kali Pepe bisa rampung  tahun ini. Apalagi panjang aliran Kali Pepe sekitar tujuh kilometer, dan butuh anggaran besar.

”Kalau menyelesaikan pengerukan endapan Kali Pepe, itu bisa ribuan kubik. Karena, panjangnya mencapai tujuh kilometer,” kata Agus. Guna mempercepat pengerukan, Agus berencana mengajukan tambahan dam truk ke APBD Perubahan. ”Sekarang kita baru punya dua dam truk, kalau idealnya lima unit. Jadi nanti kami akan mengajukan tambahan lagi, agar kegiatan cepat rampung,” imbuh dia. Ari Purnomo

BAGIKAN