JOGLOSEMAR.CO Foto Anak Pemilik Dealer Sabar Motor Dirampok

Anak Pemilik Dealer Sabar Motor Dirampok

804
BAGIKAN
Joglosemar/yuhan Perdana RUMAH DIRAMPOK-Petugas kepolisian memasang garis polisi di rumah milik Ny. Sri Sujiwati (53) yang berada di jalan Dr. Rajiman No 681 Pajang, Laweyan seusai menjadi korban perampokan, Sabtu (9/3).
Joglosemar/yuhan Perdana
RUMAH DIRAMPOK-Petugas kepolisian memasang garis polisi di rumah milik Ny. Sri Sujiwati (53) yang berada di jalan Dr. Rajiman No 681 Pajang, Laweyan seusai menjadi korban perampokan, Sabtu (9/3).

SOLO-Aksi perampokan siang bolong kembali terjadi di Solo, Sabtu (9/3). Kali ini yang menjadi korbannya anak pemilik dealer Sabar Motor, Sri Sujiwati (53), warga Jalan Dr Rajiman No 681 Pajang, Laweyan, Solo. Perampok sempat menyekap korban berhasil membawa kabur perhiasan senilai Rp 50 juta, uang tunai dan barang-barang elektronik.

Tak ada korban jiwa dalam perampokan itu, namun dua penghuni rumah, seorang pelajar Dika Koaran (16) dan tantenya, Tatik Wulandari (39), warga Gumpang RT 01, RW IV, Ngadirejo, Kartosuro, disekap pelaku. Keduanya, mengalami shock berat karena disekap pelaku yang  membawa senjata api jenis pistol dan alat setrum listrik.

Informasi Joglosemar dari lokasi kejadian menyebutkan, perampokan tersebut berlangsung sangat singkat dan tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya karena posisi rumah dalam keadaan sepi. Saat itu, tiga kawanan perampok langsung masuk halaman rumah karena pintu pagar tidak dikunci.

Kemudian, dengan keadaan masih menggunakan helm, salah satu dari pelaku mengetuk pintu dan menanyakan orang yang bernama Wati dengan logat bahasa Jawa alus.

Namun, belum sempat dijawab korban, dua pelaku lainnya turun dari motor dan langsung masuk mencari salah satu penghuni rumah.

Mendapati kedua penghuni terus mengancam akan menembak dan menyekap dalam kamar dengan tangan terikat dan mulut dibekap. Berhasil melumpuhkan keduanya, pelaku terus membongkar lemari mencari perhiasan, uang tunai Rp 500.000 dan satu unit laptop serta satu unit iPad.

“Posisi rumah memang keadaan terbuka, jadi pelaku sangat gampang untuk masuk. Modusnya jelas, satu orang seolah-olah mencari orang, sementara temannya siap melakukan aksi dengan senjata,” terang Kapolsek Laweyan Kompol Yuswato Ardi saat ditemui sejumlah wartawan.

Penghuni rumah sendiri sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan karena kondisi masih shock dan memilih untuk tidak berbicara dengan media. Setelah pelaku kabur, keduanya berhasil keluar terus melapor.

Menindaklanjuti laporan, petugas Polsek Laweyan dan Polresta Surakarta melakukan pemeriksaan olah Tempat Kejadian Perkara. Dari pemeriksaan tersebut menemukan satu alat setrum diduga milik pelaku di kamar yang digunakan menyekap. “Untuk kerugian belum kita ketahui, karena korban masih shock, yang jelas pelaku membawa uang sekitar Rp 500.000, perhiasan senilai kurang lebih Rp 50 juta, laptop dan iPad,” jelas Kapolsek.

Kini kasus perampokan tersebut masih dalam pengusutan petugas termasuk memeriksa beberapa saksi dan korban.

Rudi Hartono