JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Anak SMP Terlibat Pencurian

Anak SMP Terlibat Pencurian

465
BAGIKAN

Dinas Pendidikan Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan

ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) berharap kasus pencurian yang melibatkan DOP (15), siswa kelas VIII SMPN 1 Karangpandan yang terjadi pada Jumat (8/3) lalu diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selain pelaku masih di bawah umur juga demi masa depannya kelak.

Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan pihak Polsek Karangpandan dan pihak sekolah. Informasi terakhir yang diterimanya, DOP belum ditahan. “Memang benar anak tersebut melakukan pencurian, tapi kami harap bisa dirembuk secara kekeluargaan,” ungkapnya, kemarin.

Meski meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan, namun pembinaan tetap harus dilakukan untuk memberi efek jera. Terkait kemungkinan DOP dikeluarkan dari sekolah, Agus mengaku tidak sampai demikian. “Dibina saja biar memberi efek jera,” katanya.

Kepala SMPN 1 Karangpandan, Suwarso menambahkan pihak sekolah tidak akan mengeluarkan DOP meski sudah melakukan tindakan melanggar hukum. Sebaliknya, sekolah akan mengupayakan penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan. “Ini masih kami upayakan untuk dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Suwarso.

Dijelaskannya, penyelesaian kekeluargaan ditempuh agar DOP bisa tetap melanjutkan sekolah sehingga masa depannya bisa terselamatkan. Sekolah juga akan berupaya melakukan pembinaan agar DOP tidak mengulangi perbuatannya. “Kami berharap anak tersebut bisa tetap melanjutkan sekolah,” ujar Suwarso.

Kapolsek Karangapandan, AKP Sutami mengatakan saat ini tersangka, DOP sudah berada di pihak keluarga. Untuk penahanan tersangka yang masih duduk di bangku SMP tersebut, masih harus menunggu pertimbangan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surakarta. “Kami menunggu pertimbangan atas kepatutan penahanan tersangka, karena masih di bawah umur,” jelasnya.

Sutami menambahkan, meski tersangka tidak ditahan, proses hukumnya masih terus berlanjut. Sejauh ini pihak kepolisian juga belum mengetahui ada pembicaraan penyelesaian kasus itu secara damai. “Bisa saja diselesaikan secara damai, asal ada kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni orangtua tersangka dan pihak sekolah,” tambahnya. Muhammad Ikhsan