JOGLOSEMAR.CO Foto Anas Sebut Nama, Hatta Kelabakan

Anas Sebut Nama, Hatta Kelabakan

267

bank centuryJAKARTA – Penyebutan empat nama baru dalam kasus Century oleh Anas Urbaningrum  ternyata telah membuat Menko Perekonomian Hatta Rajasa seolah kebakaran jenggot. Kepada wartawan, tiba-tiba saja Hatta bercerita soal kasus Century.

Entah bagaimana mulanya, Hatta Rajasa memberikan klarifikasi. Padahal wartawan saat itu bertanya soal hasil Rapat Koordinasi (Rakor) tentang pembangkit listrik tenaga surya. Di sela-sela wawancara di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (5/3), Hatta menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tidak menerima aliran dana Century. Dia juga memastikan Anas sama sekali tidak pernah menyebut namanya.

Memang, Senin (4/3)  kemarin sejumlah anggota Timwas Century bertandang ke rumah Anas di Duren Sawit, Jakarta Timur. Setelah pertemuan itu, anggota Timwas  mengatakan, Anas menyebut sejumlah nama. Timwas memang tak kompak, ada yang menyebut tiga, ada yang bilang empat, ada juga yang mengatakan lima nama. Siapa saja nama-nama tersebut juga tidak terungkap ke publik.

“Saya dikatakan menerima aliran dana Century, ini lagu lama. Ini 1.000 persen fitnah. Saya langsung cek tadi ke Timwas Pak Chandra (Chandra Tirta Wijaya anggota Timwas FPAN-red), apa betul Anas menyebut nama saya? Pak Chandra bilang tidak betul. Kenapa begini? Pak Chandra bilang kami juga tidak tahu,” jelas Hatta memberi penjelasan soal berita yang menyebut namanya.

Hatta menambahkan, Ketua FPAN Tjatur Sapto Edy juga sudah melakukan klarifikasi ke seorang wartawan yang menulis berita tersebut, dan Hatta sudah memberikan hak jawab.  “Saya minta hak jawab saya dihormati. Ini hati-hati dan banyak hal yang saya rasakan. Ketika anak saya dapat musibah digambarkan mobil jungkir balik begitu sampai saya ditelepon orang, Pak berarti larinya di atas 200 kilometer sampai jungkir balik. Saya seperti orang tidak berdaya untuk klarifikasi dan menjelaskan. Tetapi kalau seperti ini menyebar ke mana-mana tidak baik. Jadi saya harus menjelaskan itu dan saya klarifikasi ke timwas-nya langsung,” urai Hatta.

Pro Kontra

Sementara itu, rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa  mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani  di AS, menimbulkan  pro kontra.  Salah satunya adalah Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menilai pemeriksaan ke luar negeri itu hanya menghamburkan uang negara.

Menurut Emerson, proses pemeriksaan Sri Mulyani  sebenarnya bisa gratis bila dilakukan dengan bantuan KBRI di Washington DC. Penghematan biaya pemeriksaan ini sangat penting karena negara masih menghadapi krisis.

“Di saat negara sedang krisis, agak aneh kalau KPK mengeluarkan uang hanya sekedar memeriksa Sri Mulyani. Padahal cara lain bisa dilakukan yang gratis dan hemat,” ucapnya, sebagaimana dikutip Republika, Selasa (5/3).

Mekanisme telleconfrence atau video call, lanjut Emerson, tidak akan mengurangi keraguan apakah yang diperiksa itu benar Sri Mulyani atau tidak. Video call tidak akan mengubah wajah orang yang diperiksa tersebut. “Teleconfrence atau video call kan di sana juga gambarnya juga jelas gak berubah. Kalau bisa ya KPK banyak belajar dari Iwan Piliang yang melakukan teknologi Skype ketika berhubungan dengan Nazaruddin yang ada di Kolombia,” tuturnya.  ** Detik

BAGIKAN