JOGLOSEMAR.CO Foto Anggota Polres Terlibat Pengawasan Aset Djoko

Anggota Polres Terlibat Pengawasan Aset Djoko

300
KPK sita mobil Djoko Susilo
KPK sita mobil Djoko Susilo

GUNUNGKIDUL –  Anggota Polres Gunungkidul, Provinsi DIY berinisial  WD diduga terlibat dalam pengawasan lima bus milik Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus korupsi Simulator SIM.

Namun Kapolres Gunungkidul, AKBP Ihsan Amin mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya keterlibatan anggotanya dalam pengelolaan aset milik Djoko Susilo (DS) yang disita oleh KPK tersebut.

“Saya tidak tahu dan tidak mau tahu terkait hubungan kekerabatan dan keterlibatan WD dalam kasus Simulator. Ini tidak ada hubungannya dengan tugas kedinasan yang bersangkutan, dan kami tidak bisa mengawasi setiap kegiatan bisnis yang dijalani anak buah. Tolong dikonfirmasi ke yang bersangkutan,” kata Ihsan, Minggu (17/3).

Ditanya terkait koordinasi antara KPK dengan Polres Gunungkidul, Ihsan mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya penyitaan oleh KPK tersebut. Pasalnya,  seminggu terakhir dirinya sedang bertugas di luar kota.

“Mungkin koordinasinya langsung ke Kepolisian Daerah (Polda) dan diterima Wakapolres dan Kasat Reskrim. Saya tugas di luar kota,” katanya.

Pengemudi bus milik tersangka, Budiono, mengaku tidak tahu jika bus yang dikendarainya itu milik mantan Korlantas Polri. Lima bus yang diduga milik Djoko Susilo dan sudah disita KPK adalah dua bus besar, dua microbus dan satu unit mini bus.

“Saya tidak tahu mobil itu sebenarnya, hanya ditugasi oleh Andi warga Logandeng,” kata Budiono.

Selama dua tahun terakhir, ujar Budi, dirinya hanya ditugasi untuk menjalankannya bersama Andi. Setelah dua bus yang dibeli dari PO Blue Bird datang, kendaraan langsung diparkirkan di garasi Bakmi Jowo yang berada di Kecamatan Semanu. Setelah beroperasi, pihak pengelola menambah tiga kendaraan lagi, yakni dua microbus dan sebuah minibus jenis elf.

“Seluruh kendaraan digunakan untuk angkutan pariwisata,” katanya.

Ia mengatakan, sebulan terakhir bus sudah jarang dioperasikan sampai diberi tahu jika bus-bus itu akan disita oleh KPK.  “Sebelum disita mobilnya sering ditaruh di sini atau di Logandeng (milik Sutami), dan untuk mengangkut penumpang,” katanya.

Dia menceritakan, dirinya hanya diminta oleh WD, seorang anggota kepolisian di Polres Gunungkidul yang menjadi pengawas pengelolaan lima unit kendaraan tersebut untuk mengantarkan seluruh kendaraan ke kantor KPK.

WD merupakan salah satu kerabat dari Sudiyono, sopir pribadi Irjen Djoko Susilo. Setelah mendapat perintah, dirinya kemudian langsung mengantarkan bus ke Jakarta. Seluruh kendaraan yang berjumlah lima unit sampai ke Kantor KPK di Kuningan, Jumat (15/3) siang.

“Saya mengantarkan langsung ke Jakarta, dan pulang naik bus, seluruh biaya diberi oleh Andi,” katanya.

Terpisah, Andi yang disebut sebagai pengelola bus membantah jika disebut sebagai pengelola. Ia mengaku hanya sebagai sopir bus.  “Saya bekerja di sana hanya setahun dan tidak tahu apa-apa,” katanya.

Kini, sudah ada empat bus yang diduga milik Djoko Susilo tersebut yang diparkir di KPK. Keempat bus itu berasal dari Magelang dan Yogyakarta. Hingga pukul 12.00 WIB, Minggu (17/3), bus-bus tersebut masih terparkir dengan rapi di samping gedung KPK.

Dua bus besar berkapasitas 50 orang bermerek Marcedes Benz dengan Nopol AB 7777 M dan AA 1661 CM.  Dua bus lainnya berukuran Minibus dengan kapasitas sekitar 25 orang. Minibus pertama bernopol AB 7777 MM dan memiliki tulisan ‘Cindy Trans’ di badan bus tersebut. Mini bus kedua bernopol AA 1449.

Setiap bus bertuliskan ‘Bus Pariwisata’. Yang membedakan, dari kedua bus besar itu hanyalah corak dan warnanya. Bus bernopol wilayah Yogyakarta berwarna biru muda dan bus yang satunya berwarna putih dan memiliki garis hijau dan biru di badan bus.

Seorang petugas keamanan KPK terlihat menunggui mobil sitaan KPK tersebut.  Sebelumnya KPK sudah mengumumkan penyitaan bus tersebut. “Penyidik KPK kembali melakukan penyitaan aset berupa 6 bus besar yang diduga terkait dengan DS sejak kemarin,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Sabtu (16/3) lalu. *** Detik | Antara

BAGIKAN