JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Angin Kencang, Puluhan Hektare Padi Rusak

Angin Kencang, Puluhan Hektare Padi Rusak

667
BAGIKAN

Joglosemar/Angga Purnama RUSAK - Petani di Desa Kurung, Kecamatan Ceper memanen tanaman padi yang rusak diterjang angin ribut, Selasa (19/2). Lebih dari 10 hektare tanaman padi di Kecamatan Ceper rusak akibat terjangan angin ribut beberapa waktu lalu

SUKOHARJO- Puluhan hektare tanaman padi siap panen di empat kecamatan di Sukoharjo rusak diterjang angin kencang. Sebagian besar sawah tersebut berada di pinggiran kecamatan.

Di antaranya di Desa Windan dan Kudusan, Kartasura; Blimbing dan Geneng, Gatak; Jetis dan Mancasan, Baki; serta Desa Pondok, Grogol. Rata-rata tanaman padi ambruk sehingga perkembangan tanaman padi tidak maksimal. Otomatis, jika tanaman padi ambruk maka kualitasnya juga akan mengalami penurunan.

Salah satu petani asal Desa Geneng, Gatak, Sarni (58) menyebut jika sawahnya seluas lima hektare dan 30 persen tanaman padinya rusak karena angin kencang . “Tanaman padi saya roboh kena angin. Padahal, sekitar enam hari mendatang sudah waktunya dipanen,” kata Jumat (1/3). Karena sudah mendesak, ia berencana memanennya dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai bisa meminimalisir jumlah kerusakan.

Sementara itu, petani dari Desa Jetis Baki, Pardi (46) mengatakan kualitas gabahnya juga mengalami penurunan. Imbasnya, pembeli akan menurunkan harga serendah-rendahnya.

Camat Gatak, Suseno menambahkan selain merusak tanaman padi di wilayahnya, angin kencang itu juga menimbulkan kerusakan pada genting warga. Namun, kerusakan itu tidak separah dibandingkan angin puting beliung awal Februari lalu. Dia menyebutkan, angin kencang terakhir terjadi pada Senin (25/2) sore.

Catatan dia, kasus serupa juga sempat terjadi di Gatak. Tepatnya pada akhir 2012 lalu, di mana beberapa hektare tanaman padi rusak. “Kami perkirakan memang ada kerugian yang harus ditanggung petani. Ya karena hasil panennya tidak maksimal seperti biasanya,” kata Suseno.

Camat Kartasura, Bahtiyar Zunan menyebutkan ada dua desa di wilayahnya yang  mengalami nasib naas tersebut. Dua desa itu yakni Windan dan Kudusan. Tanaman padinya rusak bukan hanya terjangan angin puting beliung beberapa waktu lalu, namun juga angin kencang yang dalam beberapa hari ini menyapa Kartasura dan sejumlah wilayah lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Zunan memperkirakan kerugian akibat angin kencang itu cukup banyak. “Ya karena selain ambruk, tanaman padinya juga terendam air sehingga kualitas gabah juga menurun. Petani terpaksa merugi banyak. Tapi kali belum bisa memetakan berapa jumlah kerugian akibat angin itu,” kata Zunan. “Kami sudah melaporkan hal ini kepada dinas terkait dan masih menunggu tindak lanjutnya,” imbuhnya.

Murniati