JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Antisipasi Aduan, Bupati On Call 24 Jam

Antisipasi Aduan, Bupati On Call 24 Jam

338
BAGIKAN
ANTUSIAS WARGA- Warga Desa Tempursari, Kecamatan Sambi antusias mendatangi tempat pemungutan suara dengan menggunakan pikap, Rabu (20/3). Joglosemar|Ario Bhawono
ANTUSIAS WARGA- Warga Desa Tempursari, Kecamatan Sambi antusias mendatangi tempat pemungutan suara dengan menggunakan pikap, Rabu (20/3). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serempak di 108 desa di Boyolali berjalan relatif lancar, Rabu (20/3). Meski demikian Bupati Boyolali Seno Samodro menyatakan dirinya siaga on call 24 jam jika ada masalah terkait Pilkades yang tidak terselesaikan di tingkat desa dan kecamatan.

Dari pantauan Joglosemar, pelaksanaan Pilkades di sejumlah desa berlangsung cukup lancar, di antaranya di Desa Tempursari, Kecamatan Sambi dan Desa Penggung maupun Kiringan Kecamatan Boyolali Kota. Antusiasme warga untuk datang mencoblos cukup tinggi. Sementara kesiapan panitia cukup matang sehingga jalannya pencoblosan berlangsung tertib meski ada antrean cukup panjang.

Meski demikian kendala kecil muncul selama pelaksanaan Pilkades, di antaranya warga yang gagal mencoblos akibat nomor urutnya tercoret dengan pemilih yang berbeda. Sehingga meski membawa undangan, namun dia gagal mencoblos. “Saya bawa undangannya dan nama saya di Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetapi ternyata nomor saya sudah dicoret, mungkin ada yang nomornya sama tetapi namanya beda,” ungkap Dian Lestariningsih (26), warga Dukuh Suyudan, Desa Kiringan, Boyolai Kota.         Meski demikian Dian mengaku tidak kecewa karena tidak bisa mencoblos.

Pasalnya, jago yang maju di Pilkades desanya merupakan jago tunggal. Sementara itu Bupati Boyolali Seno Samodro juga melakukan Sidak pelaksanaan Pilkades ke sejumlah desa, termasuk di Kiringan. Bupati mengakui adanya sejumlah gesekan-gesekan kecil di sejumlah tempat. Namun gesekan tersebut masih dimaklumi, dan hingga saat ini  situasi pelaksanaan Pilkades di 108 desa masih berjalan kondusif. “Gesekan-gesekan kecil tetap ada, tetapi masih kondusif,” ungkap dia.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, untuk mengantisipasi jalannya Pilkades menurut dia desk Pilkades Pemkab Boyolali sudah turun melakukan pemantauan di setiap kecamatan. Bahkan pihaknya sudah menginstruksikan supaya masing-masing camat untuk stanb by di lokasi sejak H-3 coblosan hingga H+3. Sesuai dengan Perbup yang mengatur Pilkades, menurut Bupati setiap permasalahan Pilkades harus selesai maksimal tiga hari pasca coblosan. Jika terjadi persoalan, maka akan diselesaikan di tingkat kepanitiaan di desa. “Kalau desa tidak bisa memutuskan maka akan diselesaikan di kecamatan, dan kalau belum selesai juga baru dibawa ke tingkat kabupaten, maksimal tiga hari sudah harus diputuskan,” jelas Bupati.

Terkait ini, pihaknya menyatakan petugas siap lembur untuk memonitor. Bahkan dirinya juga menyatakan selalu on call sehingga sewaktu-waktu siap menggelar rapat jika muncul persoalan Pilkades yang harus diselesaikan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 222 calon bersaing dalam Pilkades di 108 desa. Sebanyak 67 orang merupakan calon incumbent, dan sebanyak 26 desa yang menggelar Pilkades dengan jago tunggal. Ario Bhawono