JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Aparat Gabungan Tangkap 8 Jukir Liar

Aparat Gabungan Tangkap 8 Jukir Liar

305
BAGIKAN
OPERASI JUKIR LIAR - Petugas Gabungan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Asosiasi Perparkiran Surakarta (Aparta) melepas spanduk tempat parkir liar di depan Solo Paragon Mall saat Razia Juru Pakir liar, Solo, Minggu (24/3). Dalam razia tersebut petugas berhasil menmgamankan Delapan juru parkir (Jukir) liar yang kerap mangkal di tujuh titik area perparkiran Kota Solo. Joglosemar/Abdullah Azzam
OPERASI JUKIR LIAR – Petugas Gabungan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Asosiasi Perparkiran Surakarta (Aparta) melepas spanduk tempat parkir liar di depan Solo Paragon Mall saat Razia Juru Pakir liar, Solo, Minggu (24/3). Dalam razia tersebut petugas berhasil menmgamankan Delapan juru parkir (Jukir) liar yang kerap mangkal di tujuh titik area perparkiran Kota Solo. Joglosemar/Abdullah Azzam

LAWEYAN-Delapan juru parkir (Jukir) liar yang  mangkal di tujuh titik area parkir di Kota Solo, ditangkap aparat gabungan, dalam razia Minggu (24/3).

Aparat gabungan tersebut terdiri dari petugas Polresta Surakarta, TNI, petugas Kejaksaan Negeri, petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan  Asosiasi Perparkiran Surakarta (Aparta).

Khusus untuk aparat Polresta Surakarta, yang diterjunkan adalah Polisi Satuan Lalu Lintas, polisi Satuan Reskrim dan  Sabhara. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) UPTD Perparkiran Dishubkominfo Solo, Henry Satya Negara, mewakili Kepala UPTD Perparkiran, Anindita Prayogo, mengatakan, razia digelar di tujuh ruas jalan.

Yakni, Jalan Monginsidi, Jalan Gajah Mada, Jalan Yosodipuro, Jalan Adisucipto, Jalan Yos Sudarso, Jalan Urip Soemoharjo dan Jalan Slamet Riyadi. Sebagian kecil razia juga dilakukan di sekitar bundaran Gladag.

”Dan dalam operasi parkir yang diadakan Minggu (24/3) ini, kami menangkap sedikitnya delapan Jukir yang melanggar aturan tentang perizinan perparkiran di Solo,” kata Henry, ketika dihubungi Joglosemar.

Kedelapan Jukir itu, diketahui tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) alias juru parkir ilegal.  ”Mereka tidak pernah terdaftar di UPTD Perparkiran,” ujarnya. Selain itu, para Jukir liar itu, juga memarkirkan kendaraan umum di sembarang tempat.

Mayoritas petugas parkir itu, memarkirkan kendaraan milik pengunjung di atas city walk. Saban  bertugas, mereka juga kerap tidak memakai seragam juru parkir resmi. ”Setelah ditangkap, mereka akhirnya kami bina dulu, supaya tidak mengulangi perbuatan yang sama,” ucapnya.

Mereka, lanjut Henry, akan dibina di Dishubkominfo. Sembari menunggu pembinaan rampung,  pihaknya juga akan memperketat pendataan Jukir di Solo. Hingga saat ini, jumlah Jukir yang terdata di UPTD Perparkiran, ada 3.000 orang. Petugas parkir sebanyak itu, tersebar di berbagai jenis zona parkir di Kota Bengawan.

Tahap penertiban juru parkir ini, Henry melanjutkan, dilakukan atas masukan dan keluhan dari masyarakat setempat yang resah terhadap tindakan curang mereka. ”Biasanya, kami menggelar penertiban Jukir minimal empat kali sebulan. Hal itu, guna menekan aksi Jukir liar yang kerap meresahkan pengguna kendaraan pribadi. Tiap mengadakan razia, kami masih menemukan beberapa Jukir yang meresahkan warga. Contohnya, bertato dan membawa minuman keras  (Miras),” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengklaim,  dengan  operasi rutin secara bertahap itu, mampu menertibkan Jukir liar. Jumlah Jukir liar, sekarang sudah menurun signifikan dari tahun sebelumnya. ”Dulu masih banyak Jukir yang membawa Miras saat bertugas. Mereka juga bertato. Tapi sekarang, jumlahnya berkurang karena kami selalu menindak tegas mereka,” imbuh dia.

Sebagai efek jera, dia mengancam akan menindak tegas para Jukir liar yang masih beroperasi di wilayah tersebut. Pihaknya akan menangkap, Jukir liar khususnya yang masih nekat membawa Miras untuk kemudian diserahkan ke pihak kepolisian setempat. Fariz Fardianto