JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Api Intai Balaikota, Sekda Nyaris Celaka

Api Intai Balaikota, Sekda Nyaris Celaka

497
SIMULASI KEBAKARAN-Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo saat berpartisipasi pada kegiatan simulasi pemadam kebakaran yang diselenggarakan dalam rangka HUT Damkar Nasional ke 94 di halaman Balaikota Surakarta, Senin (4/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
SIMULASI KEBAKARAN-Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo saat berpartisipasi pada kegiatan simulasi pemadam kebakaran yang diselenggarakan dalam rangka HUT Damkar Nasional ke 94 di halaman Balaikota Surakarta, Senin (4/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

Dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemkot Solo mendadak masuk ke halaman Balaikota Solo, Senin(4/3). Puluhan petugas Damkar berseragam lengkap dengan sigap mengepung kompleks balaikota.

Ada kobaran api di dua titik di halaman kompleks Pemerintahan Kota Solo itu. Sejurus kemudian, puluhan petugas itu melemparkan sejumlah karung goni yang sudah dibasahi air ke titik kobaran api.

Ternyata tidak hanya puluhan petugas Damkar yang dibikin sibuk si jago merah itu. Walikota Solo, Hadi Rudyatmo dan Sekda Solo Budi Suharto ikut-ikutan adu cepat memadamkan kobaran api. Bedanya, dua pejabat itu beradu cepat memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (Apar) mini.

Bagi walikota, kobaran api gampang ia taklukan dengan Apar mini. Namun, bagi Sekda, ia agak kerepotan. Bahkan, ia nyaris celaka karena hampir tersambar api saat memadamkannya dengan alat serupa.

Ternyata kebakaran itu, hanya simulasi pemadam kebakaran dalam rangka ulang tahun ke-95 Damkar Nasional, yang jatuh 1 Maret lalu. Bahkan, slogan dalam simulasi itu tak kalah menegangkan yakni, ”pantang pulang sebelum padam, walau pun nyawa taruhanya”.

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Pekerja Umum (DPU) Heri Mulyono, mengatakan, simulasi itu, sejatinya mengajarkan warga untuk menjinakkan kobaran api dengan dua cara. Yakni cara tradisional, yang mengandalkan karung goni yang dibasahi air. Serta, cara modern, yang mengandalkan Apar.

Selain menunjukkan cara memadamkan api, para petugas juga pamer berbagai gaya dalam memadamkan kobaran api. Baik dari jarak dekat maupun jauh. ”Jadi masyarakat harus tahu tata cara memadamkan api dan pengunaan alat pemadam kebakaran. Sebenarnya dengan Apar, api bisa dipadamkan dalam waktu tujuh detik,” ujarnya.

Selama kurun 2012 di Solo terjadi 109 kebakaran. Kata Heri, kebakaran banyak terjadi di musim kemarau. Rata-rata dipicu korsleting ristik. Sisanya dipicu kompor dan penyebab lain. ”Jumlah mobil Damkar Solo 12 unit. Para petugas siaga tidak hanya di Solo tapi juga sering membantu pemadaman api di wilayah Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar,” paparnya.

Menurutnya, kesadaran warga untuk melaporkan bencana kebakaran ke petugas masih rendah. Ia menduga, warga yang melapor khawatir dipungut biaya. Walikota Solo, Hadi Rudyatmo mengakui jumlah mobil dan alat Damkar di Solo belum ideal.

Untuk itu, Pemkot akan mengajak kerja sama dengan para semua pihak termasuk para pengusaha perhotelan agar menyalurkan corporate social responsibility (CSR)-nya dalam bentuk alat Damkar. Selain itu Pemkot akan mengajukan bantuan ke Pusat untuk meremajakan alat Damkar. Muhammad Ismail  

BAGIKAN