Asyiknya Cooking Competition dan Moctail Competition

Asyiknya Cooking Competition dan Moctail Competition

275

OLIMPIADE IHS 2013

cooking competition IHS
Cooking Competition IHS

Bahan-bahan masakan seperti sayur-mayur, mi dan bumbu dapur tersedia di sebuah meja. Di pinggiran meja, sudah terdapat tiga orang yang lengkap mengenakan busana koki warna putih. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa International Hotel Management School (IHS) yang sedang mengikuti Cooking Competition di kampusnya, Selasa (19/3).

Cooking Competition yang digelar IHS ini menggunakan tema Fussion Food yang memadukan masakan dari dua tempat yang berbeda misalnya Western food dengan Asian food. Dengan keahlian dan dari kompetensi yang mereka dapatkan selama berkuliah di IHS pun makanan berbahan dasar mi dan kopi tersaji dengan menarik dan tentu menggugah selera. Tak hanya memasak, tantangan yang mereka hadapi adalah bagaimana menyajikan makanan menjadi cantik sehingga mendapatkan nilai yang lebih.

Baca Juga :  Pameran Tugas Akhir Wisudawan FSRD ISI Surakarta: Suguhkan Karya Berbasis Budaya Lokal dan Industri Kreatif

Uniknya dalam lomba memasak ini mereka hanya diperbolehkan memakai peralatan masak yang dibuat dari anglo. “Kami memang sengaja menggunakan anglo untuk mentradisikan budaya Jawa,” terang Fatma Sari,  SS selaku Marketing Comunication Officer IHS kepada Joglosemar, Selasa (19/3).

Selain kompetisi dalam memasak, masih ada kompetisi yang tidak kalah asyik, yakni Mocktail Competition yang bertemakan Orange Spirit. Dengan tema itu, tentu bahan yang tak boleh ditinggalkan adalah orange atau jeruk yang dicampur dengan aneka jenis minuman lainnya. Tak lupa buah segar sebagai pemercantik tampilan ikut disatukan.

Keseruan kompetisi ini merupakan serangkaian acara Olimpiade IHS 2013 yang mengusung  tema Make It Fun, Keep It Sportive pada tanggal 14 hingga 30 Maret 2013 di IHS. Fatma mengungkapkan Olimpiade IHS ini merupakan agenda rutin setiap semester yang diadakan di IHS.  Kegiatan ini merupakan ajang kreativitas dan sportivitas mahasiswa dalam menunjukkan keahlian & kemampuan mereka dalam beberapa bidang kompetisi. “Pemenang akan mendapatkan uang pembinaan, voucer, dan sertifikat. Selain itu, resep yang mereka buat juga akan dibukukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Meriahnya Ratusan Siswa Ikuti Literasi Bersama Joglosemar di SMPN 1 Masaran Sragen

Usai kompetisi, tentunya hasil masakan mereka tak lepas dari amatan dewan juri, yakni dosen IHS dan food and beverage association.  Salah satu peserta lomba, Sicilia mengaku senang dengan adanya kompetisi ini. “Saya senang sekali dengan adanya kompetisi ini. Selain bisa mengaplikasikan ilmu di dunia masak juga mendapatkan masukan-masukan dari dewan juri,” ungkap Sicilia.  Rahayu Astrini

BAGIKAN