Bangladesh Rusuh, 52 Tewas

Bangladesh Rusuh, 52 Tewas

338

Ribuan masjid di Bangladesh dijaga ketat menjelang salat Jumat.

Rusuh Bangladesh. (reuters)
Rusuh Bangladesh. (reuters)

DHAKA—Vonis hukuman mati terhadap Wakil Presiden Partai Jamaat-e-Islami, Delwar Hossain Sayedee, menyulut kerusuhan di berbagai tempat di Bangladesh. Sejauh ini sebanyak 52 orang dilaporkan tewas, lima di antaranya adalah polisi.

Insiden paling mematikan terjadi pada Kamis (28/2) waktu setempat yang merenggut 35 nyawa. Polisi terpaksa memuntahkan timah panas dan mengenai 23 orang. Hal itu dilakukan setelah ribuan pendukung Jamaat menyerang polisi dengan batu-batu dan kayu.

Kerusuhan serupa kembali terjadi, Jumat (1/3) kemarin, dan menewaskan seorang penarik becak. Dalam insiden itu, ratusan pendukung pro-pemerintah dan pendukung Partai Jamaat-e-Islami bentrok di sebuah pasar di distrik Gaibandha, Bangladesh utara. Demikian disampaikan kepala kepolisian setempat, Nahidul Islam, kepada AFP.

Penjagaan di sekitar ribuan masjid di negara itu diperketat menjelang salat Jumat. Sebelumnya pada Kamis (28/2), bentrokan melanda sejumlah daerah di Bangladesh setelah wakil presiden Partai Jamaat dijatuhi hukuman mati lantaran didakwa melakukan kekejaman pada perang kemerdekaan 1971 melawan Pakistan.

Oleh pengadilan kejahatan perang Bangladesh, Delwar Hossain Sayedee juga dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan termasuk pembunuhan massal, pemerkosaan, dan penodaan agama.

Sayedee merupakan orang ketiga dari partai tersebut yang divonis oleh pengadilan yang sama. Sebelumnya, pada awal bulan ini, Pengadilan Kejahatan Perang Internasional, pengadilan setempat, memvonis asisten Sekretaris Jenderal Jamaat, Abdul Quader Molla, dengan hukuman seumur hidup.

Vonis pengadilan tersebut telah menuai kemarahan publik karena dianggap bermotif politik belaka. Kelompok-kelompok HAM pun mengkritik pembentukan pengadilan tersebut karena hanya menargetkan oposisi.

Namun pemerintah menolak tudingan tersebut. Ditegaskan bahwa pengadilan itu independen dan persidangannya adil dan diperlukan untuk menyembuhkan luka-luka perang yang menewaskan jutaan orang itu.  Detik

BAGIKAN