JOGLOSEMAR.CO Foto Banyak Jalan Berlubang Disorot DPRD

Banyak Jalan Berlubang Disorot DPRD

247
JALAN RUSAK-Sebuah replika orang terpasang di Jalan berlubang kawasan Gladag arah Alun-alun utara, Jumat (8/3). Replika tersebut berisi kritikan untuk sesegera mungkin dinas bersangkutan melakukan perbaikan. Joglosemar/Yuhan Perdana
JALAN RUSAK-Sebuah replika orang terpasang di Jalan berlubang kawasan Gladag arah Alun-alun utara, Jumat (8/3). Replika tersebut berisi kritikan untuk sesegera mungkin dinas bersangkutan melakukan perbaikan. Joglosemar/Yuhan Perdana

KARANGASEM-Banyaknya jalan berlubang di beberapa ruas jalan di Kota Solo disorot kalangan DPRD setempat. Pasalnya, kerusakan jalan itu kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat lubang jalan tertutup kubangan air.

”Saya banyak menerima laporan dari masyarakat mengenai jalan yang rusak dan berlubang. Tapi hanya dibiarkan saja. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) itu ke mana?,” kritik Ketua Fraksi Nurani Indonesia Raya (NIR) DPRD Solo, Abdullah AA, Jumat (8/3).

Beberapa ruas jalan yang rusak, ia contohkan, seperti di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kapten Mulyadi, maupun Jalan Kyai Mojo. Abdullah Heran, sejumlah ruas jalan yang rusak itu seperti dibiarkan. Terlebih saat hujan turun, ruas jalan yang berlubang tertutup kubangan air dan memicu kecelakaan bagi pengendara. ”Saya sering lewat, banyak lubang di mana-mana. Itu sangat disayangkan, karena membahayakan  masyarakat,” imbuh dia.

Kondisi kerusakan jalan itu, kata Abdullah, secara tidak langsung mempengaruhi image Kota Solo. Apalagi banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang sering datang ke Solo untuk berlibur.

”Apakah tidak malu dengan kondisi seperti itu. Ini jelas membuat citra Solo negatif bagi wisatawan yang datang. Pemkot harus gerak cepat untuk memperbaikinya. Padahal, dana pemeliharaan jalan sudah kami tambah,” kata Abdullah lagi.

Sementara itu, Kepala DPU Solo, Agus Joko Witiarso, mengklaim, perbaikan jalan rusak terus dilakukan. Yakni dengan kegiatan “sapu lubang”. Kegiatan itu sudah dilakukan sejak Februari lalu dengan menambal jalan-jalan yang berlubang. ”Kami sudah memperbaikinya  secara rutin dan bertahap. Tidak bisa langsung serentak. Karena, keterbatasan tenaga,” kata Agus.

Agus menambahkan, untuk anggaran kegiatan “sapu lubang” nilainya, Rp 500 juta dari APBD 2013.. Sebenarnya besarannya itu, tidak seimbang dengan tingkat kerusakan jalan yang ada. ”Namun kami tetap memaksimalkan anggaran yang ada ini. Kami pun berharap agar masyarakat bisa menginformasikan jika ada jalan yang rusak. Nanti akan kami tindak lanjuti.” Ari Welianto

BAGIKAN