JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Banyak Kejanggalan, Pilkades Diminta Diulang

Banyak Kejanggalan, Pilkades Diminta Diulang

287
BAGIKAN

pilkadesBOYOLALI- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Karanggeneng Kecamatan Boyolali Kota diminta diulang, menyusul temuan kejanggalan dalam Pilkades yang digelar Rabu (27/3) lalu.

Desakan tersebut disampaikan sejumlah calon serta sebagian masyarakat. Bahkan ratusan warga Desa Karanggeneng berkumpul di rumah Mardiyanto, salah satu calon yang gagal, untuk melaporkan sejumlah bukti tentang kejanggalan yang terjadi saat Pilkades.

Pilkades di Karanggeneng kemarin diikuti empat calon yang dimenangkan oleh Suparji, dengan perolehan suara 1.786. Sementara tiga calon lainnya, yakni Joko Susilo hanya memperoleh 1.735 suara, Mardiyanto sebanyak 1.688 suara, dan Welly Zahayit memperoleh 97 suara.

Menurut Mardiyanto, berbagai kejanggalan tersebut diketahui dari pengakuan sejumlah warga. Selain itu, dua calon gagal lainnya yakni Joko dan Welly, juga tengah menyiapkan bukti-bukti kejanggalan Pilkades. “Bukti saat ini tengah kami kumpulkan, dan harapan kami serta masyarakat supaya Pilkades diulang,” ungkap dia.

Berbagai kejanggalan tersebut di antaranya saat pendaftaran dan pemungutan suara. Seperti kesepakatan dan tata tertib pemilihan, pendaftaran pemilih ditutup hingga pukul 14.00 WIB. Namun kenyataannya hingga pukul 15.00 WIB panitia masih melayani pendaftaran pemilih.

Selain itu, lantaran hujan deras yang turun sekitar pukul 13.00 WIB, membuat kondisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) semrawut. Kondisi ini dimanfaatkan oknum, di antaranya dengan mengambil surat suara hingga lima lembar.

Kisruh pun terjadi saat penghitungan suara, terjadi selisih antara surat suara dengan jumlah undangan. Selisih tersebut disepakati dimusnahkan dengan cara dibakar. Namun setelah dilakukan penghitungan ulang lagi, ternyata terjadi selisih kelebihan surat suara enam lembar, yang kemudian disepakati dibuka dan dihitung.

Kejanggalan lainnya, menurut Mardiyanto, pihaknya menemukan surat undangan yang dibuang di pinggir jalan, sehingga diduga tidak sampai diterima oleh calon pemilih. Undangan tersebut atas nama Siti Nur Aini dan Muhammad Sabri, warga RT 2/13. Selain itu, temuan lainnya saat usai penghitungan, diketahui ada panitia yang masih memegang delapan surat undangan.

Welly serta dua calon lainnya mengaku sebenarnya mereka sudah legowo dan menerima kekalahan mereka dalam Pilkades. Hanya saja, pihaknya berharap kejadian seperti ini tidak terulang dalam Pilkades mendatang. Meski legowo namun kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan membuat banyak warga yang bereaksi dan meminta Pilkades dapat diulang.

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades Karanggeneng, Suratin, mengatakan pihaknya sudah sesuai aturan dalam penyelenggaraan tahapan Pilkades. Meski demikian diakuinya, kondisi TPS sempat semrawut karena banyaknya pemilih.

Ario Bhawono