JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Banyak Pasien RSUD Lari ke RS Lain

Banyak Pasien RSUD Lari ke RS Lain

357
RSUD Ngipang, Solo
RSUD Ngipang, Solo

KARANGASEM-Keterbatasan tenaga perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo berimbas pada pelayanan pasien. Al hasil, banyak pasien yang akhirnya minta dirujuk ke rumah sakit (RS) lain. ”Jumlahnya cukup banyak. Ada sekitar 20-25 persen. Itu cukup tinggi. Hampir setiap hari pasti ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain,” kata Direktur RSUD Solo, Sumartono Kardjo, saat ditemui di DPRD Solo, Senin (4/3).

Sejatinya, RSUD sudah cukup memadai untuk bisa menampung pasien. Ia merinci, dokter tenaga dalam sudah ada. Labolatorium juga menunjang. Tapi, karena jumlah perawat terbatas, banyak pasien pindah ke RS lain.

Menurutnya, saat ini, RSUD memiliki 100 tempat tidur. Namun, hanya memiliki 16 perawat. ”Rinciannya itu, empat perawat ditempatkan di UGD, lima perawat di poliklinik, sisanya sebanyak tujuh  perawat dibagi dalam empat shift. Masing-masing shift ada dua perawat,” paparnya.

Dalam satu shift itu hanya mampu menjaga dan merawat maksimal 20 pasien. Jika ada pasien yang melebihi jumlah yang di luar kemampuan perawat, terpaksa dirujuk ke RS lain.”Sehingga, ada tempat tidur yang tidak terpakai. Manakala 20 tempat tidur sudah terisi, maka pasien ke-21 terpaksa dirujuk, apapun itu kasusnya,” imbuh dia.

Permintaan pindah ke RS lain, juga mau tak mau harus disetujui. Karena, Dari pada diterima, tapi perawatannya tidak bagus, atau  bahkan sampai meninggal dunia, RSUD bisa kena masalah. Ia pasrah, karena jika kuota penuh, perawatan pasien tetap saja tak bisa maksimal jika kekurangan perawat. ”Seperti kemarin, ada warga Boyolali yang kena demam berdarah  dan kuota RSUD sudah penuh. Sehingga dirujuk ke RS lain,karena tidak mau menanggung risiko terburuk,”  ucapnya.

Solusi untuk masalah itu, katanya, hanya dengan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Target BLUD terbentuk, harusnya akhir Maret ini, meskipun walikota menghendaki Mei. ”Saat ini masih dalam proses dan itu fokusnya. Jika BLUD terbentuk maka setelah itu kami akan merekrut tenaga perawat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto, berujar, keberadaan BLUD mendesak dibentuk. Ia minta secepatnya agar tim penilai bisa merampungkan proses pembentukan BLUD. ”BLUD ini salah satu kebutuhan RSUD. Kalau bisa sebelum Mei sudah harus bisa selesai, sehingga itu bisa diterapkan secepatnya,” katanya. Ari Welianto

BAGIKAN