JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Barikade Simpang Kerten Dibongkar

Barikade Simpang Kerten Dibongkar

331
BAGIKAN

LAWEYAN-Barikade jalan di Simpang Taman Kerten, sepanjang 20 meter mulai akhir bulan ini dibongkar. Selanjutnya, hanya akan tersisa dua meter.

Sebelumnya, fasilitas tersebut dipasang untuk mengurai kemacetan lalu lintas akibat pembangunan underpass Makamhaji, Kartasura. Kepala Bidang, Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro, mengungkapkan, pembongkaran barikade dikerjakan dengan cara mencopot beberapa bagian palang pembatas, mulai Senin (25/3) lalu.

Dia mengaku, hanya menyisakan palang sepanjang dua meter saja. ”Kami dibantu aparat kepolisian dari Polresta Surakarta, Senin (25/3) lalu sudah mencopot barikade di Jalan Slamet Riyadi atau tepatnya di Simpang Taman,” ujarnya, Selasa (26/3).

Kata Baskoro, sebenarnya barikade tersebut mulai dipasang pada akhir 2012 lalu. Tujuannya, untuk mendukung optimalisasi penerapan sistem manajemen rekayasa insidental. Sistem ini diterapkan, untuk mengantisipasi dampak kemacetan akibat pembangunan underpass atau jalur bawah tanah di sepanjang jalur perlintasan Kereta Api (KA) di wilayah Makamhaji.

”Tapi, karena sudah tidak macet lagi, ya kami lepas saja pembatas jalannya. Karena dampak pembangunan underpass sudah tidak begitu terasa. Tingkat kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut berangsur berkurang dan tidak lagi seramai ketika pembangunan awal underpass,” bebernya.

Kondisi itu, ia perkirakan lebih dipicu pada meningkatnya pemahaman pengguna kendaraan pribadi dalam memilih jalur alternatif menuju Kartasura maupun sebaliknya. ”Sepertinya, pengendara roda dua maupun roda empat yang sudah hafal jalur alternatifnya,” imbuh dia.

Kendati demikian, jika dinilai masih dibutuhkan untuk menekan kemacetan, maka barikade sepanjang 20 meter itu bisa dipasang kembali. Sehingga, pihaknya hingga kini masih terus memantau perkembangan kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Khususnya bagi arus lalu lintas dari arah timur atau pusat Kota Solo menuju ke selatan Jalan KH Agus Salim. ”Biasanya, pengendara, kerap nekat belok langsung ke Jalan Sam Ratulangi. Itu sangat berbahaya,” paparnya.

Lantaran barikade jalan di Taman Kerten dibongkar,  pihaknya memutuskan tetap memasang pembatas jalan di sekitar Tugu Purwosari, supaya bisa menekan kemacetan panjang. Mengingat keberadaannya hanya berjarak beberapa meter dari jalur perlintasan KA Stasiun Purwosari. “Yang pasti, lalu lintas di sana akan terus dipantau sampai pendirian underpass kelar,” terangnya.

Dalyono (46), salah seorang pengendara roda dua, yang kerap melintas di Kerten, meminta ada beberapa petugas khusus yang menjaga lalu lintas di lokasi itu. Sebab, biasanya masih banyak pengendara yang nekat memotong arus sembarangan, usai barikade dibongkar. ”Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terganggu,” pungkasnya. Fariz Fardianto