Barisan Merah Pengging Demo Bupati

Barisan Merah Pengging Demo Bupati

424
ORASI-Massa Barisan Merah Pengging tengah orasi dan melepas atribut PDIP di depan Pemkab Boyolali, Kamis (28/3). Joglosemar|Ario Bhawono
ORASI-Massa Barisan Merah Pengging tengah orasi dan melepas atribut PDIP di depan Pemkab Boyolali, Kamis (28/3).
Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI- Seratusan massa yang menamakan diri Barisan Merah Putih Pengging melakukan aksi demo di depan Pendapa Kabupaten Boyolali, Kamis (28/3). Aksi demo tersebut sempat diwarnai pelepasan atribut partai PDIP sebagai bentuk kekecewaan.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk yang di antaranya bertuliskan “Tolak politisasi PNS dalam Pilkades, usut money politic para PNS, ngobok-ngobok desaku, Pilkades bukan pilihan Parpol, lawan arogansi Bupati”. Koordinator aksi, Sri Wahyudi yang juga Cakades Bendan, Kecamatan Banyudono meminta supaya Bupati tidak lupa bahwa peserta aksi demo ini dulunya pernah mendukungnya saat maju Pilkada. “Kami kader PDIP tulen dan sudah berkorban cukup banyak, bahkan SK saya sebagai perangkat desa digadaikan untuk dukungan, tetapi kok malah ditinggalkan,” ungkap dia.

Senada, Sujarwanto alias Gombloh yang juga Cakades Desa Dukuh, Banyudono, juga menyatakan tidak suka dengan mutasi yang dilakukan Bupati karena dinilai tidak tepat. Dia menuntut supaya fungsi PNS dikembalikan seperti semula. Sehingga pihaknya mendesak supaya pembentukan paguyuban-paguyuban PNS di sejumlah wilayah dihentikan, karena dinilai tidak jelas lantaran sudah ada wadah Korpri. Kekecewaan tersebut kemudian dilampiaskan dengan melepas sejumlah atribut PDIP dan menuntut Bupati agar menemui mereka untuk memberi penjelasan.

Massa kemudian ditemui oleh Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan, Syawaludin. Dijelaskan, Bupati tidak dapat menemui massa lantaran tengah menghadiri undangan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara untuk memperoleh penghargaan. Namun massa tidak mau diterima oleh Asisten I, dan memilih untuk melanjutkan aksi di pertigaan Ngangkruk, Banyudono. “Bupati belum dapat menemui saat ini, kalau mau nanti kami jadwalkan,” kata Syawaludin.

Terpisah, S Paryanto, Ketua DPC PDIP Boyolali menegaskan tidak ada pengurus PDIP yang ikut dalam aksi tersebut. Meski demikian diakuinya, ada peserta demo dulunya merupakan mantan ranting PDIP. Namun menurut dia, aksi demo ini merupakan imbas kekalahan dua Cakades tersebut saat Pilkades kemarin. Sementara terkait intervensi, Paryanto menegaskan tidak pernah melakukannya. “Itu bukan PDIP tapi oknum-oknum saja, meski 1-2 memang ada mantan Ranting, ini hanya imbas Pilkades kemarin,” imbuh dia.

Ario Bhawono

BAGIKAN